Hilman Latief, Dirjen Haji yang Belum Menunaikan Ibadah Haji

Deden Gunawan - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 08:39 WIB
Jakarta -

Prof Hilman Latief, yang baru sebulan menjadi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, membenarkan pernyataan seniornya, Prof Syafii Maarif. Sejak dua tahun lalu, dia termasuk orang yang masuk daftar tunggu untuk menunaikan ibadah haji.

"Iya benar, saya memang belum terpanggil dan terpilih untuk berhaji. Saya seperti jemaah yang lain, termasuk yang telat daftar haji," kata Hilman dalam program Blak-blakan di detikcom, Jumat (5/11/2021).

Pria kelahiran Tasikmalaya, 12 September 1975, itu mengaku terlalu lama asyik sekolah di luar negeri. Selepas menempuh dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Hilman Latief melanjutkan ke UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Bidang Studi Islam dan selesai pada 1999. Kemudian dia meraih gelar master dari Universitas Gadjah Mada pada 2002, dan master perbandingan agama dari Western Michigan University, Amerika Serikat, pada 2005. Tujuh tahun kemudian, Hilman meriah doktor dari Utrecht University, Belanda.

Tak seperti beberapa temannya yang menunaikan haji saat kuliah di luar negeri, dia mengaku terlalu fokus pada studinya. Padahal, bila berhaji dari luar negeri, antreannya tak akan selama seperti di Indonesia, yang mencapai belasan bahkan lebih dari 20 tahun.

Bagi Hilman Latief, haji tetap sebuah panggilan. Meskipun mungkin seseorang itu tiap bulan atau tahun ke luar negeri, kalau belum ada 'panggilan', tetap tidak bisa menunaikan. Begitupun mungkin ada orang yang tidak pernah terlintas untuk berhaji, tidak menabung, tidak mendaftar, tapi kemudian ditunjuk menjadi petugas haji sehingga bisa berhaji. "That is mystery of hajj," ujarnya.

Termasuk menjadi misteri juga bagi 5 juta orang di Tanah Air yang sudah mendaftar dan menunggu giliran untuk berangkat. "Siapa dari mereka yang akan benar-benar berangkat haji? Itu rahasia Allah SWT. Ada yang masih muda tapi tak bisa berangkat, sebaliknya ada yang sudah sepuh sekali malah berangkat," tutur Hilman, yang telah menulis empat buku.

(jat/jat)