Blak-blakan Prof Hilman Latief

Dirjen Haji: Umroh Dimulai Pertengahan November

Sudrajat - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 06:25 WIB
Jakarta -

Kerajaan Arab Saudi memberikan lampu hijau untuk kedatangan jemaah umroh asal Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sinyalemen tersebut dalam tayangan di kanal YouTube pada Sabtu, 9 Oktober 2021, sore. Tapi kok sampai sekarang tak kunjung ada yang berangkat?

"Kalau saya masih menyebutnya angin segar ya. Apakah sudah lampu hijau? Menurut saya belum ya, baru lampu kuning. Kalau kuning itu kan ada kuning ke merah, ada kuning ke hijau. Jadi intinya adalah siap-siap, lo... ini akan segera dibuka," ungkap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof Hilman Latief saat berbincang dengan tim Blak-blakan detikcom, Selasa (2/11/2021).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama masih terus melakukan negosiasi terkait persyaratan vaksinasi, karantina, dan aspek teknis lainnya. Karena itu, dia meminta semua pihak, terutama calon jemaah dan pengusaha travel tetap bersabar.

"Harus ada official letter, official statement, dari pemerintah Saudi bahwa suspend untuk jemaah umroh dari Indonesia dicabut. Kalau statement belum ada, ya nggak bisa," kata Hilman, yang baru menjabat Dirjen sejak awal Oktober lalu.

Dia yakin, dengan komunikasi intens yang terus dijalin, otoritas di Saudi akan segera mencabut suspend sehingga calon jemaah umroh Indonesia dapat segera menunaikan ibadah. Sebab, berbagai pihak di Saudi pun sebetulnya sangat berkepentingan terhadap jemaah umroh asal Indonesia, yang jumlahnya mencapai 1 juta per tahun.

"Saudi juga sama membutuhkan Indonesia, yang punya 1 juta jemaah umroh. Siapa yang tak tergiur? Jadi, harapan saya sih, pertengahan November jemaah umroh sudah mulai berangkat," ujar Hilman, yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Untuk diketahui, sejak pandemi COVID-19 melanda dunia awal 2020, pelayanan haji dan umroh ditutup. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali mengizinkan ibadah umroh bagi jemaah di luar Arab Saudi mulai 1 Muharam 1442 Hijriah atau 10 Agustus 2021. Itu pun dengan syarat harus menjalani karantina di negara ketiga selama beberapa hari, dan telah menerima vaksinasi penuh dengan vaksin yang direkomendasikan, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson. Yang menggunakan Sinovac seperti Indonesia diharuskan menerima vaksin ketiga (booster) dari merek yang direkomendasikan.

Pemerintah Indonesia terus berupaya meyakinkan agar Sinovac diakui tanpa harus ada booster. Sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menerima dan beberapa negara lain juga sudah menerima. "Saudi pun kita berharap insyaallah menerima," ujar Hilman.

Pada bagian lain, mantan Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah itu juga memaparkan visi-misinya dalam membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umroh ke depan. Juga meningkatkan kapasitas profesionalisme birokrasi di ditjen yang dipimpinnya serta hubungannya dengan Menteri Agama Gus Yaqut. Selengkapnya, saksikan di program Blak-blakan, 5 November 2021.

(jat/jat)