Dirjen PHU Hilman Lartief Bicara Solusi Kurangi Masa Tunggu Haji

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 11:14 WIB
Jakarta -

Antrean calon jemaah haji di Indonesia semakin panjang karena sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi COVID-19. Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Prof Hilman Latief mengaku sudah memikirkan beberapa cara untuk mengurangi panjangnya masa tunggu.

Selain kebijakan manajemen haji di Tanah Air, kata Hilman, hal itu juga terkait dengan inovasi dari pihak Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah.

"Sekarang tercatat sekitar 5 juta yang sudah mendaftar. Mungkinkah pendaftarannya direm (moratorium)? Ha-ha-ha. Maksudnya kalau banyak calon jemaah berusia 60 tahun baru daftar, apa akan diterima, karena mereka masih harus menunggu keberangkatan 30 tahun kemudian?" kata Hilman dalam program Blak-blakan di detikcom, Jumat (5/11/2021).

Menyadari kondisi tersebut, perlu edukasi agar tidak memaksakan diri untuk berhaji. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menunaikan ibadah umroh yang dapat dilakukan dalam waktu lebih longgar. "Ziarah melalui umroh itu satu pilihan yang baik sebetulnya," ujar master perbandingan agama dari Western Michigan University, Amerika Serikat, itu.

Dari pihak Saudi, kemungkinan juga sudah memiliki rencana besar terkait penambahan jumlah jemaah yang diperbolehkan datang. Karena visi-misi Arab Saudi di tahun 2030 adalah meningkatkan pelancong ke negeri itu. Bila target pelancong yang datang adalah 30 juta per tahun, mungkinkah untuk jemaah haji ditingkatkan kapasitasnya menjadi 5 juta mengingat saat ini untuk sa'i dan wukuf di Arafah masih sangat terbatas.

"Mungkin bisa tapi entah kapan. Mungkin kalau gunung-gunungnya di Mekah sudah habislah menjadi hotel-hotel dan Masjidil Haram semakin besar," ujar Hilman.

(deg/jat)