ADVERTISEMENT

Viral Warga Depok Dikirim Tilang e-TLE Gegara Pelat Nomor Dipalsukan

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 19:34 WIB
Tilang elektronik mulai diberlakukan di Depok sejak Senin (21/9) lalu. Diketahui penerapan tilang elektronik ini masih dalam tahap uji coba.
Kamera e-TLE di Jalan Margonda, Depok (Dedy Istanto/detikcom)
Depok -

Seorang warga di Kota Depok kaget setelah dikirimi surat konfirmasi e-Tilang oleh pihak kepolisian. Gara-garanya, pelat nomor mobilnya dipalsukan oleh orang lain yang kemudian tertangkap e-TLE di Depok telah melanggar lalu lintas.

Adapun pemilik asli pelat nomor B-1331-*** adalah mobil berwarna putih. Sedangkan mobil yang memalsukan pelat nomor adalah Nissan Livina warna hitam.

Diketahui, mobil yang memalsukan pelat nomor tersebut tertangkap kamera e-TLE melakukan pelanggaran di Jl Margonda Raya pada Kamis (4/11/2021) malam. Adapun pelanggarannya adalah tidak memakai sabuk pengaman sesuai dengan Pasal 289 juncto Pasal 106 ayat (6) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam surat konfirmasi tilang itu, disertakan juga cetakan tangkapan layar kamera e-TLE mobil tersebut. Dari sinilah pemilik mengetahui adanya pemalsuan pelat nomor karena mobil yang melanggar tersebut tidak sesuai dengan identitas kendaraannya.

Karena merasa itu bukan mobilnya, pemilik asli pelat nomor kemudian mendatangi Satlantas Depok dan memberikan konfirmasi bahwa mobil tersebut bukan miliknya. Pemilik asli merasa dirugikan atas hal ini.

Penjelasan Polisi

Kasat Lantas Depok AKBP Jhoni Eka Putra menjelaskan bahwa kesalahan tersebut telah diselesaikan. Jhoni memastikan pemilik asli tidak kena tilang atas pelanggaran tersebut.

"Jadi perlu dipahami, yang dikirim itu adalah surat konfirmasi, bukan berarti sudah pasti akan ditilang," ujar Jhoni saat dihubungi detikcom, Jumat (5/11/2021).

Jhoni mengatakan surat konfirmasi itu sifatnya untuk mengkonfirmasi terkait pelanggaran kendaraan yang tertangkap kamera e-TLE. Untuk diketahui, kamera e-TLE bekerja mengidentifikasi pelanggaran berdasarkan pelat nomor yang terekam pada kamera.

Petugas akan mengirim surat konfirmasi tilang ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan yang terdata pada database di Samsat. Masyarakat diberi waktu untuk mengkonfirmasi soal tilang hingga 5 hari setelah surat itu dikirim.

"Jadi itulah gunanya surat konfirmasi. Surat konfirmasi itu menyampaikan ini ada pelanggaran, betul nggak ini mobilnya. Kalau nggak, berarti kita tidak bisa menilang juga," katanya.

Jhoni meminta masyarakat tidak khawatir apabila dikirimi surat tilang elektronik. Masyarakat bisa memberikan klarifikasi ke pihak kepolisian apabila tidak merasa melakukan pelanggaran, seperti yang dialami warga tersebut.

Untuk diketahui, e-TLE sudah berlaku di Kota Depok. Saat ini kamera e-TLE di Depok baru terpasang di satu titik di Jl Margonda Raya.

Simak juga 'Mulai Rp 5 Jutaan, Ini Daftar Biaya Bikin Plat Nomor Cantik Resmi':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT