RJ Lino soal Kontrak QCC Diteken Sebelum Proses Selesai: Itu Seremonial

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 19:01 WIB
Jakarta -

Richard Joost Lino atau RJ Lino dicecar jaksa KPK terkait penandatanganan kontrak antara Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co Ltd (HDHM) China dan PT Pelindo II terkait proyek quayside container crane (QCC) pada 30 Maret 2010, padahal proses negosiasi belum selesai. Apa kata RJ Lino?

"Jadi saat itu manajemen dapat pressure dari setiap orang, stakeholder, sehingga apa-apa yang kita bisa announce ke publik, langkah kita ke depan sangat kita perlukan. Ada satu acara di mana ada penandatanganan kurang-lebih 10 kontrak. Semuanya kaitan dengan improvement, productivity, dan layanan. Waktu itu karena kita sudah buat surat akan ditunjuk HDHM yang acc tadi. Saya bilang ada kontrol HDHM, kalau itu belum selesai, ini kontrak seremonial," ucap RJ Lino saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jumat (5/11/2021).

Mantan Dirut PT Pelindo II itu mengakui ada penandatanganan kontrak HDHM dengan Pelindo II yang diwakili Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Noerlan. Namun, kata dia, itu hanya kontrak seremonial dan bukan kontrak nyata. Dia menyebut saat kontrak seremonial itu proses negosiasi belum selesai.

"Habis itu kalian harus selesaikan semua proses, negosiasi sampai setuju dan nggak boleh ada backdated sehingga kontrak itu berlaku 30 April, seremonial 30 Maret, nggak ada yang di-backdated. Ini seremonial, negosiasi sampai setuju dan harus setuju dan kontraknya makanya 30 April," lanjut Lino.

Lino mengaku menyampaikan arahan agar tidak ada backdated itu ke Ferialdy. Dia mengaku menyampaikan arahan itu secara lisan.

"Ketika ditandatangani 30 Maret 2010, apa sudah selesai prosesnya?" tanya jaksa KPK Wawan Yunarwanto.

"Belum," jawab RJ Lino.

Hakim cecar RJ Lino. Simak di halaman selanjutnya.