TransJakarta Siap Jalankan Rekomendasi Polisi soal Pencegahan Kecelakaan

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 18:40 WIB
PT TransJakarta mewajibkan penumpang memiliki STRP mulai 12 Juli. Akibatnya, Halte Flyover Raya Bogor yang biasanya ramai kini sepi penumpang.
Ilustrasi TransJakarta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberikan rekomendasi kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) pascakecelakaan maut TransJ vs TransJ di Cawang, Jakarta Timur. PT TransJakarta menyatakan siap menjalankan rekomendasi polisi tersebut.

"Kami sangat menerima dengan baik masukan yang diberikan oleh Polda Metro Jaya dan akan melakukan peningkatan. TransJakarta juga siap menerapkan semua rekomendasi yang diberikan sebaik mungkin," ujar Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa pihaknya juga akan berkomunikasi dengan operator agar segera menindaklanjuti rekomendasi pihak kepolisian tersebut.

"Perlu diingat juga, Dinas Perhubungan sebagai regulator dan TransJakarta sebagai bus management company pada dasarnya bermitra dengan operator dan secara manajemen ini bagian dari kita. Kami akan melakukan komunikasi dengan mitra operator terkait rekomendasi ini agar bisa diterapkan secepatnya," katanya.

Budi menegaskan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan para penumpang. Untuk itu, TransJakarta, siap memberikan sanksi kepada operator yang tidak menjalankan rekomendasi polisi tersebut.

"Selanjutnya, kami akan pastikan semua terlaksana dengan baik serta siap memberikan sanksi apabila ada mitra operator yang tidak menjalankan kebijakan ini sebagaimana mestinya," ucap Prasetia.

Seperti diketahui, polisi memberikan 4 rekomendasi kepada PT TransJakarta pascakecelakaan maut yang melibatkan 2 unitnya di Cawang, Jakarta Timur. Rekomendasi itu diberikan sebagai upaya pencegahan kecelakaan.

Secara garis besar, polisi memberikan rekomendasi agar TransJakarta melakukan pemeriksaan secara rutin kepada pramudi. Rekomendasi ini diberikan setelah penyelidikan polisi terkait kondisi kesehatan sopir J yang tewas dalam kecelakaan itu, menderita epilepsi.

Berikut ini 4 rekomendasi polisi:

1. Pengecekan kesehatan terhadap pengemudi harus dilakukan secara saat rutin sebelum bertugas. Pengelola TransJ dan operator diharapkan mengetahui riwayat penyakit sopir.

2. Pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap 6 bulan sekali terhadap seluruh pengemudi bus TransJakarta.

3. Agar TransJakarta memiliki alat sebagai penanda peringatan batas kecepatan maksimum kendaraan.

4. Penumpang agar terpasang safety belt.

Polisi menduga penyakit sopir J kambuh sehingga kehilangan kesadaran dan tidak dapat mengendalikan kendaraan. Insiden ini menewaskan sopir J dan seorang penumpang.

(mea/mea)