Beda Pernyataan Rachel Vennya-Polisi soal Karantina, Ini Kata Pengacara

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 20:50 WIB
Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengatakan Rachel Vennya sempat karantina di RSDC Pademangan tapi tidak sampai selesai. Keterangan itu bertolak belakang dengan pernyataan Rachel Vennya yang sebelumnya mengaku tidak pernah menjalani karantina di lokasi tersebut.

Pengacara Rachel Vennya, Indra Raharja, mengaku sudah mendengar keterangan dari pihak kepolisian perihal karantina Rachel Vennya. Namun, Indra enggan berkomentar lebih jauh perihal perbedaan pernyataan kliennya dengan pihak aparat.

"Itu kan materi pemeriksaan. Artinya untuk materi itu aku nggak komentar dulu," kata Indra saat dihubungi, Kamis (4/11/2021).

Indra menolak berkomentar ketika dicecar perihal keterangan Rachel Vennya yang sebelumnya mengaku tidak pernah menjalani karantina. Ditanya soal apakah Rachel Vennya mengenal protokoler Bandara Soetta inisial OP yang membantu selebgram itu kabur karantina, Indra berkelit hal itu masuk materi pemeriksaan.

"Itu masuk ke materi pemeriksaan," ujar Indra.

Dia hanya mengatakan kliennya siap mengikuti proses hukum yang tengah berlangsung. Indra pun memastikan Rachel Vennya akan menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (8/11) pekan depan.

"Pada dasarnya seperti yang dia katakan bahwa dia siap mengikuti dan menjalankan proses ini," terang Indra.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan selebgram itu diketahui sempat karantina di RSDC Pademangan. Namun, proses karantina yang dilakukan Rachel Vennya tidak sampai selesai.

"Keterangan saksi betul dia keluar dari (RSDC Pademangan), tidak melalui proses karantina. Karantina tidak selesai," kata Ade saat dihubungi detikcom, Rabu (3/11).

Menurut Ade, setidaknya ada empat alat bukti yang dikantongi polisi sebelum menetapkan Rachel Vennya sebagai tersangka. Alat bukti itu mulai dari keterangan saksi hingga bukti dokumen.

"Alat bukti terdiri dari empat. Keterangan saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk, terus kemudian keterangan dokumen. Hampir semuanya terpenuhi sehingga kita tetapkan sebagai tersangka," ucap Ade.

Ade enggan membeberkan berapa lama Rachel Vennya dikarantina di RSDC Pademangan sebelum akhirnya kabur. Namun, ia menyebut Rachel Vennya terbukti melanggar upaya penanggulangan wabah penyakit menular.

"Untuk detail berapa, hari, jamnya jam berapa itu masuk materi penyidikan. Intinya dia melanggar upaya penanggulangan penyakit menular," ungkap Ade.

Sebelumnya, Rachel Vennya kepada Boy William menyampaikan pengakuan bahwa ia sama sekali tidak menjalani karantina. Beda dengan pernyataan polisi dan Kodam Jaya yang menyebutkan Rachel sempat dikarantina, tetapi tidak sampai selesai alias kabur.

"Aku tidak karantina sama sekali di Wisma Atlet," kata Rachel Vennya dalam kanal YouTube Boy William, Senin (18/10).

"Aku tidak menginap sama sekali di Wisma Atlet," lanjutnya.

Rachel Vennya juga menepis kabar meminta sekamar di Wisma Atlet Pademangan bersama pacarnya, Salim. Sebab, dia tidak pernah menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan.

"Aku tidak minta sekamar juga. Karena memang kenyataannya aku tidak karantina sama sekali," kata dia.

(ygs/mei)