Pembunuhan Pria di Hutan Kota Bekasi Dipicu Dendam Pribadi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 17:15 WIB
Polisi merilis pelaku pembunuhan di Bekasi
Polisi merilis pelaku pembunuhan di Bekasi (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah memastikan mayat pria berinisial AD (23) yang ditemukan dengan kondisi tangan terikat di Hutan Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan korban pembunuhan. Motif pelaku pun terungkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku utama dari kasus ini berinisial P. Tersangka P, yang kini masih jadi buron, diketahui memiliki dendam pribadi kepada korban.

"Motif dari tersangka DPO ini pernah yang bersangkutan merasa sakit hati terhadap korban," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Yusri menerangkan pelaku P merasa sakit hati kepada korban. Pasalnya, korban disebut pernah mengeroyok pelaku.

"Memang Saudara P pernah dikeroyok salah satunya oleh korban tentang adanya suatu masalah pribadi dan pekerjaan. Ini membuat dia sakit hati kemudian dia rencanakan bersama yang lain untuk menghabisi korban," terang Yusri.

Tindakan pembunuhan berencana pelaku P berawal saat dia mengajak korban berinisial AD (23) untuk bertemu di Hutan Kota Bekasi pada Minggu (24/10). Saat itu korban diajak mabuk oleh pelaku di lokasi.

"Kemudian pada saat mabuk itulah kemudian si P melaksanakan niatnya untuk menghabisi AD bersama teman-teman dengan peran masing-masing," terang Yusri.

Pelaku Utama Diburu

Dua pelaku berinisial B dan AW ditangkap polisi pada Kamis (28/10). Polisi pun telah memberikan ultimatum kepada pelaku P, yang kini masih jadi buron.

"Kami kasih waktu untuk segera mungkin menyerahkan diri karena identitas sudah kita ketahui. Karena ini adalah otak daripada pembunuhan berencana terhadap korban," tutur Yusri.

Kedua pelaku ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen, Kompol Herman Edco Simbolon, Kompol Noor Marghantara, AKP Tomy Haryono, AKP Dimitri Mahendra Kartika, dan AKP Rulian Syauri.

Kedua pelaku kini ditahan di Polda Metro Jaya. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal pidana mati atau seumur hidup.

(ygs/mea)