KPU Bengkulu Prihatin Meixxy Dipecat Gegara VCS: Ini Pelajaran Penting

Lisye Sri Rahayu, Hery Supandi - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 06:53 WIB
Ketua KPU Bengkulu, Irwan Saputra
Irwan Saputra (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisioner KPU Kaur, Meixxy Rismanto, dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ketua KPU Bengkulu, Irwan Saputra, mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Meixxy.

"Tentunya kami sangat prihatin dengan putusan ini di saat kita sedang melakukan konsolidasi persiapan pelaksanaan tahapan Pemilu 2024," kata Irwan kepada wartawan, Rabu (3/11/2021) malam.

Irwan mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan pemberhentian Meixxy secara resmi oleh KPU RI. Saat ini, pihaknya berupaya menjamin aktivitas KPU Kaur berjalan normal.

"Untuk langkah-langkah selanjutnya, kami menunggu keputusan pemberhentian secara resmi dari KPU RI," sebut dia.

"Yang kita lakukan saat ini adalah monitoring dan supervisi ke KPU Kabupaten Kaur untuk memastikan bahwa aktivitas rutinitas kelembagaan tetap berjalan sebagaimana mestinya," sambung Irwan.

Dia mengatakan pemecatan Miexxy merupakan pelajaran penting. Dia meminta seluruh anggota KPU di Bengkulu untuk menjaga sikap dan perilaku.

"Putusan ini menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggara Pemilu untuk menjaga sikap dan perilakunya tidak saja terhadap sesuatu yang terkait dengan aktivitas tahapan Pemilu, tetapi juga pada wilayah privasinya. Ada ekspektasi yang sangat tinggi terhadap integritas penyelenggara Pemilu," sebut Irwan.

Meixxy Rismanto sebelumnya dipecat DKPP. Majelis menilai Meixxy Rismanto melanggar etik karena melakukan video call sex (VCS). Satu anggota majelis DKPP menilai Meixxy Rismanto tidak layak dipecat.

"Teradu terbukti melakukan tindakan yang meruntuhkan harkat dan martabat dirinya serta lembaga penyelenggara Pemilu dengan cara mempertontonkan aktivitas seksual secara telanjang melalui panggilan video asusila (video call sex)," demikian bunyi putusan DKPP yang dilansir website-nya, Rabu (3/11).

Simak juga video 'Komisioner KPU: Kita Optimalkan Pemanfaatan Teknologi untuk Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]