Dipecat, Meixxy Anggota KPU di Bengkulu Ngaku Jadi Korban Video Call Sex

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 18:24 WIB
DKPP menggelar sidang kode etik Wahyu Setiawan (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Ilustrasi sidang etik DKPP / DKPP menggelar sidang kode etik Wahyu Setiawan (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Anggota KPU Kaur, Bengkulu, Meixxy Rismanto dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas pelanggaran etik karena melakukan video call sex (VCS). Meixxy menjelaskan soal VCS tersebut.

Dia mengaku pada 1 Februari sekitar pukul 10.00 WIB menerima panggilan video dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya. Setelah permintaan panggilan video diterima, ternyata tampil video porno.

"Terus saya angkat terlihat video porno dan saya matikan langsung, setelah panggilan WhatsApp itu, tidak selang berapa lama masuk di WhatsApp saya meminta uang," kata Teradu seperti dilihat di situs DKPP, Rabu (3/11/2021).

Dia mengaku pihak yang mengirim pesan WA tidak menyebutkan nominal uang yang diminta. Namun dia diancam rekaman video call akan disebar.

"Saya bilang silakan karena memang saya tidak pernah melakukan hal seperti yang diadukan oleh pengadu," ujarnya.

Teradu menilai ada modus pemerasan dalam kasus tersebut. Saat itu dia berada di Hotel Mercure Harmoni Jakarta.

Dia mengatakan, pada 2 Februari 2021, KPU Kaur akan menghadiri sidang perselisihan hasil pemilihan kepala daerah tahun 2020. Agenda sidang saat itu ialah mendengarkan jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait, Keterangan Bawaslu dan Pengesahan Alat Bukti.

"Oleh sebab itu, saya sebagai Ketua KPU Kaur pada saat itu menyadari banyak pihak yang akan mengganggu konsentrasi kami KPU Kaur," kata dia.

Dia menyatakan membantah keras tuduhan terhadapnya. Dia mengatakan pemberitaan terhadapnya juga tidak berdasar.

"Saya Teradu membantah keras hal itu, hal itu tidak pernah saya lakukan. Pemberitaan tersebut diduga ada pihak-pihak yang akan menghancurkan nama baik Teradu dan nama baik institusi Teradu KPU Kabupaten Kaur," ujarnya.

"Dilihat dari unsur berita tidak memenuhi syarat dan diduga berita hoax dan dugaan Teradu, ini telah didesain dengan baik untuk mempengaruhi hasil Pilkada Kaur Tahun 2020," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, DKPP memecat Ketua KPU Kaur Bengkulu, Meixxy Rismanto, karena melakukan video call sex (VCS). Tindakan itu dinilai melanggar etik dan menjatuhkan harkat-martabat lembaga penyelenggara pemilu.

"Teradu terbukti melakukan tindakan yang meruntuhkan harkat dan martabat dirinya serta lembaga penyelenggara Pemilu dengan cara mempertontonkan aktivitas seksual secara telanjang melalui panggilan video asusila (video call sex)," demikian bunyi putusan DKPP yang dilansir website-nya, Rabu (3/11).

Bukannya menolak, Teradu justru melayani dan menikmati panggilan video asusila tersebut diikuti gerakan seks secara telanjang yang dibuktikan dengan rekaman video berdurasi 1 menit 15 detik. Terungkap fakta dalam persidangan, Teradu bersikap permisif dan bergeming menyikapi beredarnya rekaman VCS.

"Berkenaan dengan alibi Teradu sebagai korban pemerasan dengan modus panggilan video asusila (video call sex), DKPP menilai tidak terdapat alat bukti yang meyakinkan," beber majelis yang beranggotakan Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, Ida Budhiati, dan Pramono Ubaid Tanthowi.

"Menjatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Meixxy Rismanto, selaku Anggota KPU Kabupaten Kaur sejak Putusan ini dibacakan," putus majelis.

Simak juga 'Komisioner KPU: Kita Optimalkan Pemanfaatan Teknologi untuk Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/fjp)