ADVERTISEMENT

1 Majelis DKPP Tak Setuju Anggota KPU di Bengkulu Dipecat Gegara VCS

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 19:23 WIB
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Anggota KPU Kabupaten Kaur, Meixxy Rismanto (Situs DKPP)
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Anggota KPU Kabupaten Kaur, Meixxy Rismanto (Situs DKPP)

Majelis sidang tersebut beranggotakan Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, Ida Budhiati, dan Pramono Ubaid Tanthowi

Bukannya menolak, Teradu justru melayani dan menikmati panggilan video asusila tersebut diikuti gerakan seks secara telanjang yang dibuktikan dengan rekaman video berdurasi 1 menit 15 detik. Terungkap fakta dalam persidangan, Teradu bersikap permisif dan bergeming menyikapi beredarnya rekaman VCS.

"Berkenaan dengan alibi Teradu sebagai korban pemerasan dengan modus panggilan video asusila (video call sex), DKPP menilai tidak terdapat alat bukti yang meyakinkan," beber majelis.

"Menjatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Meixxy Rismanto, selaku Anggota KPU Kabupaten Kaur sejak Putusan ini dibacakan," putus majelis.

Meixxy Merasa Jadi Korban VCS

Meixxy mengaku pada 1 Februari sekitar pukul 10.00 WIB menerima panggilan video dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya. Setelah permintaan panggilan video diterima, ternyata tampil video porno.

"Terus saya angkat terlihat video porno dan saya matikan langsung, setelah panggilan WhatsApp itu, tidak selang berapa lama masuk di WhatsApp saya meminta uang," kata Teradu seperti dilihat di situs DKPP, Rabu (3/11).

Dia mengaku pihak yang mengirim pesan WA tidak menyebutkan nominal uang yang diminta. Namun dia diancam rekaman video call akan disebar.

"Saya bilang silakan karena memang saya tidak pernah melakukan hal seperti yang diadukan oleh pengadu," ujarnya.

Teradu menilai ada modus pemerasan dalam kasus tersebut. Dia juga menduga ada pihak yang ingin merusak nama baiknya serta menjatuhkan martabat KPU Kaur.

Dia mengatakan pada 2 Februari 2021, KPU Kaur akan menghadiri sidang perselisihan hasil pemilihan kepala daerah tahun 2020. Menurutnya, ada pihak yang ingin mengganggu konsentrasi KPU Kaur.

"Saya Teradu membantah keras hal itu, hal itu tidak pernah saya lakukan. Pemberitaan tersebut diduga ada pihak-pihak yang akan menghancurkan nama baik Teradu dan nama baik institusi Teradu KPU Kabupaten Kaur," ujarnya.


(jbr/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT