Pengemis Eksploitasi Bayi Bikin MUI Keluarkan Fatwa Haram Memberi

ADVERTISEMENT

Round-Up

Pengemis Eksploitasi Bayi Bikin MUI Keluarkan Fatwa Haram Memberi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 22:16 WIB
Gelandangan dan pengemis (Gepeng) mulai menjamur di kawasan Jakarta menjelang bulan Ramadhan. Berikut penampakannya.
Ilustrasi pengemis. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Makassar -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan fatwa haram bagi masyarakat untuk memberikan uang kepada pengemis jalanan. Rupanya di balik keputusan ini, masih banyak terjadi eksploitasi bayi dan anak.

Fatwa ini dikeluarkan pada Sabtu (30/10) pekan lalu. Dalam pandangan MUI, para pengemis di jalanan merupakan korban eksploitasi oleh orang atau pihak tertentu sehingga mereka mengeluarkan fatwa haram memberi uang kepada pengemis tersebut.

"Fatwa ini haram memberi peminta-peminta di jalanan atau ruang publik," ujar Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry kepada detikcom, Senin (1/11).

Pengendara Masih Beri Uang ke Pengemis

Pantauan detikcom di sejumlah titik di Kota Makassar, Selasa (2/11/2021), sejumlah pengemis masih beraksi di sejumlah persimpangan jalan, seperti di kawasan flyover, Jalan Boulevard, hingga Jalan Sam Ratulangi. Sebagian mereka juga menemui sejumlah pengunjung tempat-tempat perbelanjaan dan perempatan jalan.

Seperti di Jalan Boulevard, Makassar, dua orang anak bocah laki-laki berusia 8 tahun inisial D dan I sama-sama menjual tisu kepada sejumlah pengendara yang parkir di depan toko buah. Selanjutnya D dan I menawarkan tisu jualannya sembari mengemis uang kepada warga.

Di saat bersamaan, terlihat pengendara wanita enggan membeli tisu itu dan lebih memilih mengambil uang di tas untuk selanjutnya diberikan kepada D dan I.

"(Jualan tisu) untuk bantu-bantu orang tua," ujar D saat ditemui detikcom di lokasi.

Baik D maupun I kompak mengaku mereka berjalan tisu keliling atas keinginan sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang menyuruhnya. Namun D tak ingin berlama-lama. Dia segera berlalu ketika rekannya, I, menarik lengannya.

Kondisi pengemis di Makassar selengkapnya di halaman selanjutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT