Wagub DKI: Sopir TransJ Cepat Bosan dan Ngantuk, Harus Konsentrasi Tinggi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 17:31 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria
Foto: Karin Nur Secha/detikcom
Jakarta -

Kecelakaan TransJakarta terjadi dua kali dalam sepekan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta TransJakarta melakukan evaluasi dan mengambil langkah buntut insiden tersebut.

"Kami sudah minta jajaran manajemen di TransJakarta untuk terus melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah. Memang ini menjadi perhatian bersama," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (1/11/2021).

Riza menuturkan tidak mudah menjadi sopir TransJakarta karena jalur kanan dan kiri diberi pembatas. Hal itu, kata Riza, membuat sopir jadi mudah bosan dan cepat mengantuk.

"Seperti yang pernah kami sampaikan memang tidak mudah menjadi driver atau sopir busway karena busway itu jalannya lurus, di kiri kanan ada pembatas jalannya, itu juga jadi yang nyupir itu memang bosan dan lebih cepat ngantuk, bosan," tuturnya.

Riza mengatakan mengendarai TransJakarta lebih berat dibandingkan dengan mengendarai kendaraan pribadi di jalan umum. Menurutnya, sopir TransJakarta perlu memiliki konsentrasi yang tinggi.

"Konsentrasinya lebih berat daripada kalau kita bawa mobil atau bus di jalan umum biasanya. Jadi memang perlu konsentrasi yang lebih tinggi. Apalagi mereka yang bertugas di shift yang pertama, dari jam 3 pagi, jam-jamnya ngantuk dan sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut Riza ingin evaluasi tidak hanya dilakukan TransJakarta, tetapi juga semua BUMD. Baik pada saat ada maupun tidak ada kecelakaan kerja.

"Ya jadi sekali lagi terkait dengan kecelakaan itu, memang terus secara umum semua institusi apakah itu di Pemprov atau di pemerintahan manapun termasuk BUMD selalu lakukan evaluasi rutin. Evaluasi tuh protap yang harus dilakukan. Tidak ada kecelakaan saja harus ada evaluasi apalagi kalau ada masalah kecelakaan," imbuhnya

Seperti diketahui, armada TransJakarta mengalami kecelakaan 2 kali dalam sepekan. Kecelakaan diduga karena sopir mengantuk, salah satunya merupakan kecelakaan maut.

Kecelakaan pertama terjadi pada Senin (25/10/2021), sekitar pukul 08.45 WIB, di daerah Cawang, Jakarta Timur. Total ada 33 orang yang menjadi korban imbas peristiwa tersebut. Dari 33 orang itu, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal dunia merupakan sopir berinisial J dan satu penumpang lainnya. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyebut kecelakaan terjadi diduga karena sopir mengantuk.

Kecelakaan kedua terjadi di Jl Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/10). Polisi mengatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Selatan AKP Suharno mengatakan bus TransJakarta mengalami kerusakan akibat kecelakaan itu. Ia menduga sopir mengantuk.

"Ya dugaan mengantuk, nyerempet. Kan itu ada pembatasnya kanan-kiri," tutur AKP Suharno.

TransJakarta Menjawab

TransJakarta angkat bicara terkait dugaan sopir mengantuk. TransJakarta masih mencari tahu penyebabnya.

"Pertama, kategori mengantuk di sini harus dicari tahu dulu apakah penyebabnya? Apakah karena jam kerja yang di luar semestinya ataukah karena kelalaian dari individu itu sendiri, misalkan lagi shift pagi, namun malamnya begadang dan sebagainya," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta (Transjakarta), Angelina Betris, ketika dihubungi detikcom, Senin (1/11).

Betris mengatakan jam kerja sopir TransJakarta normal. Jam kerja terbagi ke dalam 3 shift.

"Tiga (tiga) shift dengan jam kerja 8 (delapan) jam kerja sehari. Hal ini tentunya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Betris mengatakan TransJakarta memiliki agenda rutin mengevaluasi sistem layanan. Hal tersebut bertujuan memastikan TransJakarta tetap memberikan layanan maksimal kepada pelanggan.

"Namun untuk masalah ini adalah pembelajaran. Kami selaku manajemen tentunya akan lebih memfokuskan perhatian melalui evaluasi serta melakukan pembenahan dari berbagai sisi agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tuturnya.

Simak Video: Riza Soroti 2 Kecelakaan TransJ: Tak Mudah Jadi Sopir, Perlu Konsentrasi

[Gambas:Video 20detik]



(dek/idn)