2 Kecelakaan TransJakarta dalam 4 Hari karena Sopir Ngantuk

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 11:17 WIB
Penampakan bus Transjakarta yang terlibat kecelakaan di MT Haryono, Jaktim
Penampakan bus TransJakarta yang terlibat kecelakaan di MT Haryono, Jaktim. (Dok. Polda Metro Jaya)
Jakarta - Armada TransJakarta mengalami kecelakaan 2 kali dalam sepekan diduga karena sopir mengantuk, salah satu di antaranya merupakan kecelakaan maut. TransJakarta angkat bicara terkait dugaan itu.

Kecelakaan pertama terjadi pada Senin (25/10/2021), sekitar pukul 08.45 WIB, di daerah Cawang, Jakarta Timur. Total ada 33 orang yang menjadi korban imbas peristiwa tersebut.

Dari 33 orang itu, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal dunia merupakan sopir berinisial J dan satu penumpang lainnya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyebut kecelakaan terjadi diduga karena sopir mengantuk.

"(Penyebabnya) mengantuk. Jadi dugaannya mengantuk sopirnya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Senin (25/10).

Kecelakaan kedua terjadi di Jl Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/10). Polisi mengatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Selatan AKP Suharno mengatakan bus TransJakarta mengalami kerusakan akibat kecelakaan itu. Ia menduga sopir mengantuk.

"Ya dugaan mengantuk, nyerempet. Kan itu ada pembatasnya kanan-kiri," tutur AKP Suharno.

TransJakarta Menjawab

TransJakarta angkat bicara terkait dugaan sopir mengantuk. TransJakarta masih mencari tahu penyebabnya.

"Pertama, kategori mengantuk di sini harus dicari tahu dulu apakah penyebabnya.? Apakah karena jam kerja yang di luar semestinya ataukah karena kelalaian dari individu itu sendiri, misalkan lagi shift pagi, namun malamnya begadang dan sebagainya," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta (Transjakarta), Angelina Betris, ketika dihubungi detikcom, Senin (1/11).

Betris mengatakan jam kerja sopir TransJakarta normal. Jam kerja terbagi ke dalam 3 shift.

"3 (tiga) shift dengan jam kerja 8 (delapan) jam kerja sehari. Hal ini tentunya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Betris mengatakan TransJakarta memiliki agenda rutin mengevaluasi sistem layanan. Hal tersebut bertujuan memastikan TransJakarta tetap memberikan layanan maksimal kepada pelanggan.

"Namun untuk masalah ini adalah pembelajaran. Kami selaku manajemen tentunya akan lebih memfokuskan perhatian melalui evaluasi serta melakukan pembenahan dari berbagai sisi agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tuturnya.

Simak juga video 'Fakta-fakta Terbaru soal Kecelakaan Maut Bus TransJakarta':

[Gambas:Video 20detik] (isa/fjp)