Jurus Pegadaian Cegah Kerentanan Ekonomi Penyandang Disabilitas

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 31 Okt 2021 11:10 WIB
Jurus Pegadaian Cegah Kerentanan Ekonomi Penyandang Disabilitas
Foto: Dok. Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian menggelar webinar literasi bagi penyandang disabilitas dalam momen Bulan Inklusi Keuangan (BIK), Jumat (29/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang luas pada disabilitas terkait layanan keuangan.

Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto menyampaikan Pegadaian rutin melaksanakan kegiatan edukasi keuangan, bukan hanya saat memperingati Bulan Inklusi Keuangan saja.

"Sebagai salah satu lembaga keuangan, Pegadaian terus berkomitmen membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya kepada masyarakat, terutama bagi kelompok rentan ekonomi seperti penyandang disabilitas. Hal ini merupakan bukti kepedulian kami kepada semua kalangan. Perusahaan selain beraktivitas di sektor bisnis, juga melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat," ujar Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Minggu (31/10/2021).

Webinar yang dihadiri oleh lebih 3.000 penyandang disabilitas yang tersebar di seluruh Indonesia ini menghadirkan Direktur Sumber Daya Manusia PT Pegadaian Ridwan Arbiansyah dan Womenpreneur Disability Nicky Claraentia Pratiwi sebagai narasumber. Berlangsung selama lebih kurang dua jam, webinar ini membahas topik seputar pengelolaan keuangan, investasi, hingga peran dan kontribusi penyandang disabilitas dalam bidang ekonomi.

Ridwan Arbiansyah menyampaikan Pegadaian berkomitmen untuk terus meningkatkan keterlibatan penyandang disabilitas pada perseroan dengan mengacu pada empat prinsip inklusi disabilitas yaitu awareness, accessibility, support, dan engagement.

"Hingga saat ini terdapat 66 karyawan penyandang disabilitas di Pegadaian dengan target minimal sebanyak 307 karyawan pada tahun 2024 atau sebanyak 2% dari total karyawan yang ada. Hal ini mengacu pada Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur adanya kewajiban bagi pemerintah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk mempekerjakan Penyandang Disabilitas setidaknya 2% dari total pegawai," papar Ridwan.

Ridwan menyatakan keterlibatan karyawan disabilitas berpengaruh secara positif terhadap peningkatan pelayanan dan peningkatan bisnis yang mengakomodir nasabah disabilitas. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya akses terhadap produk dan layanan keuangan bagi kelompok penyandang disabilitas.

Sementara itu, pegiat pada Thisable Enterprise dan Co-Founder di Tenoon.id, Nicky Claraentia Pratiwi yang juga merupakan penyandang disabilitas tuna daksa ini menyampaikan peran penting dan kontribusi mereka pada beragam bidang profesi. Melalui proyek-proyek sosial yang dijalani, Nicky menyampaikan visinya untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif.

"Dari semua kegiatan pemberdayaan yang dilakukan, saya hanya ingin menyampaikan dan menegaskan bahwa disabilitas juga dapat berkarya dan bersaing secara setara dengan para non disabilitas," ungkap Nicky.

(akd/ega)