Pegadaian Siap Edukasi Keuangan Warga agar Tak Terjebak Pinjol

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 14:30 WIB
Ngopi Pegadaian
Foto: Pegadaian
Jakarta -

Pegadaian menyelenggarakan beragam program menarik dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021. Mulai dari kegiatan edukasi keuangan, program discount, cashback, point, bonus dan rewards, fasilitas kredit bagi UMKM, pameran virtual, hingga kampanye dan publikasi.

Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkap beragam kegiatan tersebut diselenggarakan pihaknya sebagai upaya menciptakan keuangan inklusif bagi seluruh lapisan dan segmen masyarakat.

Menurutnya, salah satu segmen yang menjadi fokus Pegadaian saat ini adalah sektor Ultra Mikro dan UMKM. Sebab UMKM memiliki peran yang cukup vital dalam melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi yang masih berlanjut.

Dalam webinar bertajuk 'Ngobrol Virtual Literasi Finansial Pegadaian (Ngopi)' Damar menyampaikan bahwa Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian, dan PNM kini dapat mengembangkan segmen Ultra Mikro dengan lebih baik.

Ia menerangkan ada setidaknya enam proporsi nilai yang ditawarkan UMi. Mulai dari penawaran produk yang komprehensif, titik akses nasabah yang luas dengan adanya Co-Location, pemahaman kebutuhan nasabah dengan lebih baik melalui integrasi dan analitik big data, kemudahan akses ke Micro Payment Ecosystem & Beyond Banking, dan UMKM Go Digital.

"Pemanfaatan Co-Location atau Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM), mendorong terjadinya kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan produk dan layanan, pemasaran, dan termasuk pengembangan sumber daya manusia, sehingga pelaku bisnis ultra mikro mendapatkan kemudahan akses fasilitas kredit dengan tarif sewa modal yang kompetitif dan ragam bundling produk," jelas Damar dalam keterangan tertulis, Jumat (29/10/2021).

Damar pun mengingatkan tentang pentingnya menguatkan literasi keuangan di tengah banyaknya pinjaman online ilegal yang semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Ia menyampaikan Pegadaian terus menunjukkan komitmen untuk menguatkan literasi keuangan masyarakat, sesuai arahan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan, dengan rutin melaksanakan kegiatan edukasi keuangan.

"Literasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat mampu memilih produk dan layanan keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Sehingga masyarakat tidak terjebak dalam layanan keuangan ilegal dan investasi bodong yang marak terjadi saat ini," imbuhnya.

Sebagai informasi, webinar yang diselenggarakan Pegadaian kali ini dihadiri setidaknya 3.000 peserta dari segmen UMKM. Dalam kegiatan ini, turut hadir Founder nDalem Indonesia, Meika Hazim yang telah menciptakan brand lokal Cokelat Ndalem sejak 2013 lalu. Meika mengaku bisni ini bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui produk makanan serta aktif melakukan pemberdayaan petani coklat di Yogyakarta dan berbagai program pengembangan UMKM.

(ncm/ega)