Dituduh Bohong, Pimpinan KPK Ghufron Maafkan Novel Baswedan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 21:10 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mewakili pimpinan KPK menjelaskan mengenai polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) ke Komnas HAM.
Nurul Ghufron (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kembali merespons soal tuduhan Novel Baswedan, yang menyebut dirinya pembohong soal raker di Yogyakarta. Ghufron memberi maaf kepada Novel.

"Atas tuduhan suka berbohong dari Mas Novel kepada saya, saya maafkan dan tidak perlu diperpanjang lagi. Mas Novel saja yang tidak mengetahui atau lupa," kata Ghufron kepada detikcom, Jumat (29/10/2021).

Ghufron menyinggung soal mantan pegawai yang saat itu juga pernah mengikuti raker di hotel bintang 5. Dia enggan menjelaskan lebih detail soal momen tersebut.

"Mengingat baik Mas Giri dan Pak Sujanarko dalam pemberitaan lain sudah mengakui mengikuti beberapa raker di tahun tahun sebelumnya, juga di hotel bintang 5, itu saya tak perlu mengklarifikasi cukup tanya saja kepada Mas Giri dan Pak Sujanarko yang mengikuti kegiatan tersebut," ujar Ghufron.

"Kalau saya jelaskan nanti tidak percaya atau disebut bohong lagi, atau disebut anak-anak lagi setelah sampaikan ketidakkonsistenan kritiknya," tambahnya.

Lebih lanjut, Ghufron membiarkan masyarakat sendiri yang menilai. "Dulu ketika dilaksanakan sendiri tidak bersuara, sekarang bersuara, silakanlah masyarakat menilai, wasalam," ujar Ghufron.

Sebelumnya, Novel Baswedan membalas pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang menyebut ada mantan pegawai KPK ikut kegiatan rapat di hotel pada tahun sebelumnya. Novel menyebut Ghufron berbohong.

"Salah satu kelebihan pimpinan KPK sekarang adalah suka berbohong," kata Novel Baswedan di akun Twitter-nya seperti dilihat, Jumat (29/10).

Diketahui, Nurul Ghufron menyebut Giri Suprapdiono, Sujanarko, dan mantan Jubir KPK Febri Diansyah pernah mengikuti kegiatan serupa dengan dia, yakni raker di hotel berbintang pada tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Ghufron saat menanggapi Novel yang mengkritik kegiatan raker itu.

Kembali ke pernyataan Novel, dia mengungkapkan raker yang disebut Ghufron itu tidak benar. Menurut Novel, raker pimpinan KPK sebelumnya diadakan di hotel bintang 3 dan tidak pernah diadakan di bintang 5.

"Sebelumnya raker KPK paling di hotel bintang 3, Puncak, Bogor. Tidak pernah di hotel bintang 5, booking 1 rumah makan dan acara sepeda santai di jam kerja. Coba ditunjuk dengan jelas," kata Novel.

Novel menilai kegiatan pimpinan KPK kali ini di Yogyakarta menghabiskan banyak uang. Dia juga menyinggung soal pejabat yang tidak peka dan tidak malu.

Lihat juga video 'KPK Tegaskan Penyelidikan Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida Lanjut':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/knv)