Alasan Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika Mundur dari Partai

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 13:15 WIB
Waketum Hanura, Gede Pasek Suardika
Gede Pasek Suardika (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengungkap alasannya mundur dari partai. Pasek mengatakan mundur karena ingin lebih merealisasikan ide dan gagasan politiknya agar bisa bermanfaat.

"Mau memaksimalkan diri agar bisa merealisasikan ide gagasan program politik yang bermanfaat bagi kader maupun negara dan bisa dievaluasi secara nyata," kata Pasek, kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).

"Sehingga, jika itu tidak bisa maksimal, ladang pengabdian baru menjadi solusi untuk bisa merealisasikannya. Sekaligus juga untuk bisa memberikan kesempatan mencari Sekjen pengganti yang lebih baik dan bagus demi kepentingan partai," lanjutnya.

Lantas apakah Pasek akan berpindah partai atau membuat partai baru untuk melanjutkan gagasannya?

"Hmm, apa ya. Semoga saja ada lahan baru yang bisa untuk menanam bibit perjuangan yang baru," ujarnya.

Lebih lanjut Pasek mengatakan informasi pengunduran dirinya ini sudah dikomunikasikan sejak lama dengan petinggi Partai Hanura.

"Ini sudah dikomunikasikan lama dengan Ketua Umum. Kita juga tidak mau menghambat persiapan Hanura menuju verifikasi sehingga perlu waktu yang cukup untuk itu. Semakin cepat mundur, sebenarnya semakin memungkinkan Hanura maksimal dalam persiapan," ujarnya.

Berikut pernyataan lengkap Pasek terkait pengunduran dirinya dari Hanura:

Saya berdoa semoga semua keluarga besar Partai Hanura dalam keadaan sehat dan berbahagia serta senantiasa mendapatkan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa

Bersama ini, saya ingin menyampaikan pengunduran diri secara terbuka sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura dan surat resmi permohonan pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada Ketua Umum. Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada Ketua Umum di waktu sebelumnya.

Tentu banyak suka dan duka selama ini menjadi Sekjen dalam melayani kebutuhan organisasi.

Saya juga meminta maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kekhilafan, kelemahan, dan segala hal ketidaksempurnaan yang ada pada diri saya dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.

Semoga perpisahan cara organisasi bukan berarti memisahkan silaturahmi dalam kemanusiaan. Saya berdoa semoga Partai Hanura semakin berkembang dan maju ditangani oleh kader-kader lain yang saya lihat sangat banyak berpotensi dan berkualitas.

Dalam politik, memang mengambil pilihan menjadi salah satu bagian yang seringkali bagaikan buah simalakama, namun harus tetap dilakukan. Terlebih dinamika-dinamika politik senantiasa berjalan dinamis.

Sebab berpolitik adalah bagaimana menjalankan ide dan gagasan politik secara maksimal. Sehingga jika itu tidak bisa berjalan, maka perlu ladang pengabdian bari dilakukan, dan di sisi lain, perlu kesempatan yang lain untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan.

Demikian pemakluman ini saya sampaikan sebagai tindak lanjut surat resmi yang sudah daya sampaikan kepada Ketua Umum.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas segala kebersamaannya, dan mohon maaf atas segala kekhilafannya.

Simak juga 'Survei SMRC: Kejutan Elektabilitas Parpol, Rizieq di Atas Puan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)