Kejutan, Sekjen Hanura Gede Pasek Suardika Mundur dari Partai

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 12:34 WIB
Gede Pasek Suardika
Gede Pasek Suardika (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gede Pasek Suardika mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Hanura. Hal itu diketahui dari surat pernyataan Pasek yang ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus Partai Hanura dari pusat hingga daerah.

Pasek pun sudah mengkonfirmasi perihal pengunduran dirinya. Namun dia belum menjelaskan lebih lanjut alasan kenapa dirinya mundur.

"Iya betul," kata Pasek ketika dikonfirmasi, Jumat (29/10/2021).

Pasek mengatakan surat pengunduran dirinya itu sudah diserahkan kepada Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO). Pasek pun telah memberi tahu secara lisan sebelumnya kepada OSO.

"Bersama ini, saya ingin menyampaikan pengunduran diri secara terbuka sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura dan surat resmi permohonan pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada Ketua Umum. Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada Ketua Umum di waktu sebelumnya," ujarnya.

Berikut pernyataan lengkap Pasek terkait pengunduran dirinya:

Saya berdoa semoga semua keluarga besar Partai Hanura dalam keadaan sehat dan berbahagia serta senantiasa mendapatkan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa

Bersama ini, saya ingin menyampaikan pengunduran diri secara terbuka sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura dan surat resmi permohonan pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada Ketua Umum. Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada Ketua Umum di waktu sebelumnya.

Tentu banyak suka dan duka selama ini menjadi Sekjen dalam melayani kebutuhan organisasi.

Saya juga meminta maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kekhilafan, kelemahan, dan segala hal ketidaksempurnaan yang ada pada diri saya dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.

Semoga perpisahan cara organisasi bukan berarti memisahkan silaturahmi dalam kemanusiaan. Saya berdoa semoga Partai Hanura semakin berkembang dan maju ditangani oleh kader-kader lain yang saya lihat sangat banyak berpotensi dan berkualitas.

Dalam politik, memang mengambil pilihan menjadi salah satu bagian yang seringkali bagaikan buah simalakama, namun harus tetap dilakukan. Terlebih dinamika-dinamika politik senantiasa berjalan dinamis.

Sebab berpolitik adalah bagaimana menjalankan ide dan gagasan politik secara maksimal. Sehingga jika itu tidak bisa berjalan, maka perlu ladang pengabdian bari dilakukan, dan di sisi lain, perlu kesempatan yang lain untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan.

Demikian pemakluman ini saya sampaikan sebagai tindak lanjut surat resmi yang sudah daya sampaikan kepada Ketua Umum.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas segala kebersamaannya, dan mohon maaf atas segala kekhilafannya.

Simak juga 'Survei SMRC: Kejutan Elektabilitas Parpol, Rizieq di Atas Puan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)