Heboh di Duri Kepa Jakbar: Lurah vs Bendahara Saling Serang soal Penipuan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 08:57 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan penipuan yang dilaporkan warga bernama Sandra berbuntut panjang. Lurah Duri Kepa Marhali dan Bendahara Kelurahan Duri Kepa Devi Ambarsari kini saling menyalahkan.

Kasus dugaan penipuan itu dilaporkan Sandra ke Polres Tangerang Kota. Dia melaporkan Lurah Duri Kepa lantaran diduga melakukan penipuan Rp 264,5 juta.

Awal Mula Kasus

Dugaan penipuan itu berawal saat Bendahara Kelurahan Duri Kepa meminjam uang kepada Sandra. Uang itu disebut untuk menutupi honor RT yang belum terbayarkan.

"Saya tanya dong.. 'kok bisa emang dananya nggak ada?'... 'Dananya belum keluar, Mbak'. Alasan awalnya seperti itu. Dia awalnya minta Rp 340 juta, itu untuk RT/RW, dan lain-lain honor di sekitar kelurahan," ujar Sandra, kepada wartawan, Rabu (28/10/2021).

Sandra pun bersedia lantaran pinjaman atas nama Kelurahan Duri Kepa. Dia pun mengirimkan uang tersebut ke sejumlah nama, termasuk ke Kelurahan Duri Kepa.

"Saya ada sekitar Rp 50-an juta. Oh ya udah, transferin ke nama RT-nya. Saya tunjuk siapa aja yang harus ditransfer. Cuma saya pikir, ini kan berurusan dengan instansi, makanya saya berani. Kalau misalnya bukan instansi pun saya pikir-pikir ya. Makanya saya bantu waktu itu yang saya kirim sekitar 27 nama, dari sekitar 100. Itu udah saya transfer," tuturnya.

"Lalu di bulan Juni itu ada yang saya transferin langsung ke Kelurahan Duri Kepanya. Ada juga yang saya transferin ke pihak yang diutangin juga ke pihak kelurahan," sambung dia.

Sandra mengatakan saat itu dia dijanjikan akan mendapat proyek pengadaan barang. Namun janji itu tak sesuai harapannya.

"Tapi ternyata setelah berjalan itu bukan pekerjaan. Dijanjikan dibayar lewat pengadaan barang. Setelah berjalan, cair uang pengadaan barangnya tapi diminta transferin ke yang lain-lain. Misal dana cair Rp 10 juta, fee saya 10 persen, harusnya satu juta saya ambil. Tapi belum saya ambil, diminta untuk transfer ke si A, si B," katanya.

Sandra sempat mendatangi Kelurahan Duri Kepa, termasuk Kecamatan Kebon Jeruk, untuk menuntaskan soal pinjaman uang itu. Dia dijanjikan akan dituntaskan pada Agustus lalu.

"Sampai detik ini tidak ada penyelesaian apa-apa. Saya sempet dateng ke kelurahan, mau ketemu Lurah dan Sek Kel (Sekretaris Kelurahan), mangkir juga. Tetep nggak mau mengakui. Tetep bilang kalau perbuatan ini bendaharanya yang melakukan," jelas dia.

Sandra juga sempat menghubungi bendahara Kelurahan Duri Kepa. Namun tidak mendapat penjelasan. Somasi juga telah dia layangkan namun tak berbalasa. Akhirnya, dia pun melaporkan kasus ini ke Polres Tangerang Kota dengan nomor laporan LP/B/1202/X/2021.

"Maka dari itu kenapa saya melaporkan dengan Pak Lurah. Karena saya kan sudah pernah bertemu dengan Pak Lurah tapi hasilnya nihil. Dia malah menyudutkan bendahara dia tidak tau apa-apa perihal uang ini. Dia maunya bendahara aja yang menyelesaikan, sedangkan tidak bisa seperti itu. Ini menyangkut atas nama instansi. Dia sebagai pejabat tertinggi di kelurahan tersebut harus bertanggung jawab juga bukan malah lepas tangan. Itu lah kenapa akhirnya saya melaporkan lurah," sambung dia.

Lurah Duri Kepa dan Bendahara saling serang. Simak di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Lurah di Ciledug Pungli Rp 250 Ribu saat Warga Minta Tanda Tangan':

[Gambas:Video 20detik]