Sidang Suap Nurdin Abdullah

Profesor Mudzakir Jadi Saksi Meringankan Nurdin: OTT Tak Dikenal di Pidana

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:12 WIB
Pakar hukum pidana Prof Mudzakir menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. (Hermawan/detikcom)
Pakar hukum pidana Prof Mudzakir menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. (Hermawan/detikcom)


Ahli Memandang OTT Merugikan Negara dan Rakyat

Ahli juga mengatakan operasi tangkap tangan alias OTT sebagaimana yang dilakukan KPK seharusnya tidak dilakukan. Menurut dia, KPK seharusnya melakukan tindakan pencegahan.

"Kalau itu kejahatan suap dilakukan pencegahan agar supaya tidak terjadi tindak pidana suap atau gratifikasi," tutur dia.

"Bahkan, saya contohkan, kalau tindakan pembunuhan, harus dicegah supaya tidak ada orang dibunuh. Jangan sampai menimbulkan korban," imbuhnya.

Jika menunggu suatu kejahatan benar-benar terjadi baru mengambil tindakan, KPK di mata ahli jelas merugikan negara dan rakyat.

"Memang dari segi pembuktian, bunuh dulu baru kemudian ditangkap. Tapi rakyat dirugikan. Ini juga sama, kalau dalam kasus korupsi tunggu dulu terjadi korupsi. itu negara dirugikan, rakyat dirugikan. Jadi itu tidak boleh ada seperti itu," katanya.

Ahli menyarankan KPK semestinya lebih mengupayakan langkah pencegahan. Dalam konteks kasus Nurdin Abdullah, terdakwa semestinya diperingatkan terlebih dulu.

"Jadi kalau itu operasi, ditangkap, dinasihati, diberi catatan dia supaya berikutnya tidak berbuat kejahatan lagi. Tapi kalau dibiarkan diproses pengadilan negara rugi menyelenggarakan peradilan ini, jadi rakyat rugi juga," pungkas ahli.