Aplikasi 'Buku Digital MPR' Sudah Bisa Diunduh di Play Store

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 18:21 WIB
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Siti Fauziah
Foto: MPR
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Siti Fauziah memperkenalkan platform Buku Digital MPR yang bisa diakses via smartphone Android. Platform ini berisi semua informasi tentang MPR seperti berita kegiatan pimpinan dan anggota MPR, majalah Majelis, jurnal, prociding, hasil kajian, dan hasil serap aspirasi masyarakat.

Buku Digital MPR ditunjukkan Siti kepada peserta Netizen Gathering yang diselenggarakan MPR RI dengan tema 'Semangat Juang NKRI, Penguatan Pilar Kebangsaan di Era Digital' di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (26/10). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sekretaris Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

"Jangan lupa untuk men-download aplikasi atau platform Buku Digital MPR ini di Google Play Store Google," ungkap Siti dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Siti Fauziah menerangkan platform Buku Digital MPR baru tersedia untuk Android. Masyarakat dapat mengunduhnya melalui Google Play Store.

"Biro Humas sedang membuat Buku Digital MPR. Tadi pagi sudah mendapat konfirmasi dari Google. Buku Digital MPR sudah di-approve Google sehingga sudah bisa didownload. Platformnya masih di Android. Jadi bisa didownload di Google Play Store," papar Siti.

Siti menambahkan aplikasi Buku Digital MPR ini sedang disempurnakan sehingga bisa dibaca secara offline.

"Jadi tidak harus online, karena Buku Digital MPR bisa dibaca secara offline. Dan, bisa diberikan komentar, kritik, dan masukan," terang Siti.

Ke depan, lanjutnya, MPR sedang menyiapkan publikasi MPR yang dilakukan dengan one stop service.

"Semuanya ada dalam satu platform. Semua informasi MPR baik berita, majalah, dan sebagainya, sampai TV ada dalam satu platform dan bisa dilihat dari handphone," cetus Siti.

Ia menambahkan MPR sedang memulai era digitalisasi dalam sosialisasi Empat Pilar MPR. Sebagai contoh, MPR menayangkan layanan iklan masyarakat di Commuter Line. Begitu juga ada iklan layanan masyarakat dan pesan-pesan MPR ketika akan membuka akses Kereta Api Indonesia (KAI).

"Jadi, MPR juga tidak mau monoton dalam sosialisasi Empat Pilar MPR tetapi juga dilakukan secara digital," imbuh Siti.

Ia menyatakan MPR mengikut dinamika perkembangan zaman yang telah masuk ke era digitalisasi. Oleh sebab itu, penyampaian Sosialisasi 4 Pilar dikemas dalam platform digital, agar dapat menyasar kalangan milenial.

"Kita di MPR juga sudah melakukan digitalisasi. Sosialisasi Empat Pilar MPR dilakukan dengan format digital. Kita ingin merangkul anak-anak milenial untuk sosialisasi Empat Pilar MPR. Dengan demikian, pesan-pesan dari MPR bisa masuk ke kalangan milenial," lanjut Siti.

(ega/ega)