Round-Up

Dugaan Cabuli Istri Tersangka Bikin Polisi di Sumut Hilang Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 07:04 WIB
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak  (Dok Polda Sumut)
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak (Dok Polda Sumut)

Propam Ungkap Inisial Oknum yang Cabul

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Donald Simanjuntak mengatakan oknum yang melakukan itu berinisial RHL. Donald menegaskan, dari keterangan beberapa saksi, peristiwa itu diduga kuat mengarah ke persetubuhan.

"Keterangan dari beberapa saksi yang kita dapat, ini memang memperlihatkan adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh anggota kita dengan inisial RHL, namun perlu kami jelaskan ada beberapa saksi yang kita masih undang untuk kita klarifikasi untuk menguatkan daripada bukti-bukti adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh oknum anggota kita tersebut," ucap Donald.

Donald mengaku pihaknya pun telah memeriksa korban. Petugas memeriksa korban di Provinsi Aceh.

"Untuk korban kemarin kita sudah lakukan pemeriksaan gabungan dengan Polrestabes Medan di Aceh. Jadi, keterangannya kita sudah dapat, dari keterangannya itulah nanti akan kita kembangkan untuk menggali ataupun memeriksa saksi-saksi lainnya," sebut Donald.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko (Antara)Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko (Antara)

Sejauh ini, petugas masih menduga pelaku persetubuhan itu pun satu orang.

"Sampai saat ini yang kita duga untuk melakukan persetubuhan itu baru satu anggota. Belum dua, baru satu anggota berinisial RHL," ucap Donald.

Donald menyampaikan saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan. Jika peristiwa itu terbukti, oknum Polsek Kutalimbaru itu bakal dipecat.

"Kita masih melakukan pemeriksaan dulu, karena ada beberapa saksi-saksi yang harus kita minta keterangan, kalau memang nanti keterangan nya terbukti, tentu sanksinya adalah kita lakukan kode etik dengan sanksi PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," terang Donald.

Donald pun menyebut petugas masih mendalami apakah ada kesepakatan hingga si pelapor mau dijemput oleh oknum itu di kos-kosannya. Sejauh ini, kata Donald, pelapor belum menjelaskan secara detail terkait hal itu.

"Ini masih kita dalami. Kalau dari keterangan pelapor sendiri bahwa memang untuk saat ini belum menjelaskan secara rinci apa kira- kira alasannya sehingga mereka bisa bersama- sama di dalam hotel untuk melakukan persetubuhan. Ini masih didalami," jelas Donald.

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.