Anies Teruskan Kerja Sama Memasok Daging Sapi dari NTT Seperti Era Ahok

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 22:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyaksikan penandatanganan kerjas sama DKI dan NTT di bidang pasokan daging sapi.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyaksikan penandatanganan kerjas sama DKI dan NTT di bidang pasokan daging sapi. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali menjalin kerja sama dengan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pemenuhan kebutuhan daging sapi. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh PD Dharma Jaya dengan PT Flobamor selaku BUMD Provinsi NTT.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyaksikan proses Penandatanganan Kerja Sama (PKS) di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Anies menjelaskan kerja sama ini diharapkan dapat menumbuhkan kestabilan serta penyediaan kebutuhan protein hewani di Ibu Kota.

"Jadi sapi asal NTT ini berbobot besar dan hasil dagingnya itu berkualitas unggulan, berkualitas bagus. Lalu bisa digunakan sebagai bahan baku untuk kebutuhan di Jakarta. Intinya, kualitas daging asal Kupang ini termasuk yang terbaik dibanding dengan daging impor," kata Anies, Selasa (26/10/2021).

Anies mengaku bersyukur atas terjalinnya kerja sama di bidang pemasokan daging sapi ini. Selama ini, kedua pihak telah bekerja keras dalam mengembangbiakkan ternak sapi yang kemudian manfaatnya dirasakan bagi warga Jakarta.

"Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu memenuhi daging di Ibu Kota. Kerja sama diharapkan bisa diperluas dan bisa diwujudkan melalui pola kerja sama yang sesuai porsinya, yakni BUMD yang menyiapkan suplai lalu SKPD yang mengelola demand," ujarnya.

Dirut PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan kerja sama dengan Pemprov NTT sempat terhenti karena pandemi COVID-19. Karena kebutuhan daging di Jakarta semakin meningkat, kerja sama kembali antardaerah kembali dilanjutkan.

"Kerja sama yang kita lakukan dengan PT Flobamor ini sudah terjalin sejak lama. Cuma saat ini sempat terhenti karena pandemi. Namun sekarang meningkat lagi (konsumsi daging). Ke depan insyaallah kita akan tingkatkan lagi, juga dikarenakan Pemprov DKI juga sudah menggiatkan lagi program pangan murah, insyaallah sebagian dari pangan murah itu akan menggunakan dari NTT," jelas Raditya.

Raditya menuturkan kebutuhan daging sapi warga DKI setiap bulan mencapai 6.000 ton. Melalui kerja sama ini, Pemprov DKI berupaya meningkatkan pasokan daging lokal. Sebab, 95 persen kebutuhan daging di Jakarta terpenuhi melalui kegiatan impor.

"Seperti yang saya bilang tadi kebutuhan DKI Jakarta sekitar 5.000-6.000 ton jadi memang pembeli biasanya nggak tanya itu sapi-nya dari mana, pokoknya bentuknya bagus tampilannya bagus segar itu mereka tidak ada masalah," ujarnya.

Simak berita lengkapnya di halaman berikutnya.