Usut Paracetamol Cemari Teluk Jakarta, DKI Akan Uji Sampel Ikan Lagi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 20:56 WIB
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta.
Penelitian kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. (Dok. DLH DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mendeteksi kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. Namun kandungan paracetamol tak ditemukan saat uji sampel ikan dari Teluk Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mulanya menjelaskan, pihaknya mengambil 23 sampel biota laut, seperti ikan dan kerang-kerangan, dari empat lokasi di Teluk Jakarta. Sampel tersebut dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

"Dari 23 itu yang terdeteksi, yang bisa dites hanya 22 sampel, yang satu lagi karena kecil dan banyak tanahnya sehingga hanya 22 yang dilakukan pengujian," kata Suharini di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2021).

Uji laboratorium dilakukan selama 5 hari. Hasilnya, 22 sampel yang diuji tak terdeteksi kandungan paracetamol.

"Jadi hasilnya tanggal 12 Oktober oleh Labkesda tidak terdeteksi paracetamol," terangnya.

Suharini mengakui ada perbedaan hasil penelitian kandungan paracetamol yang dilakukan oleh Dinas KPKP dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Untuk itu, setelah hasil penelitian ini diserahkan kepada DLH DKI Jakarta, pihaknya akan kembali melakukan pengujian sampel ikan kedua.

"Jadi nanti satu dirilis ya, karena 12 Oktober kami bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup biar jadi satu bagian, DLH ambil sampel air, kami sampel ikan semata-mata kita mencoba. Biasanya memang kita melakukan duplo, jadi ada 2 kali tes untuk peneguhan hasil uji," terangnya.

Pelelangan Ikan Jalan Normal

Di sisi lain, dia menuturkan aktivitas pelelangan ikan di Teluk Jakarta terus berjalan dengan volume tetap.

"Kami tetap melakukan aktivitas pelelangan ikan di Muara Angke itu dalam volume tetap. Begitu pasar grosirnya mengeluarkan tetap, artinya konsumen juga masih mencari," imbuhnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.