Rachel Vennya Bayar Pelat RFS Rp 7,5 Juta, Stiker Mobil Rp 8 Juta

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:58 WIB
Jakarta -

Rachel Vennya menghabiskan biaya Rp 15,5 juta untuk mengubah warna dan membayar biaya pelat RFS. Biaya memasang stiker hitam full bodi di mobil Alphard-nya Rp 8 juta, sementara biaya pelat RFS Rp 7,5 juta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan Rachel Vennya melapisi mobil tersebut dengan stiker hitam doff pada 2020 dengan biaya Rp 8 juta.

"RV juga telah menyuruh sopirnya, namanya saudara Firman, untuk mengubah stiker warna hitam doff sekitar satu tahun lalu tahun 2020 dengan biaya 8 juta rupiah," ujar Argo kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Soal mobil Alphard ini, awalnya polisi menduga pelat mobil RFS milik Rachel Vennya pindah posisi, karena dipasang di mobil Alphard hitam, sementara di data kepolisian seharusnya pelat itu di mobil Alphard putih. Ternyata pelat itu ada di mobil yang seharusnya, namun Rachel Vennya menutup bodi mobil putih itu dengan stiker hitam.

Rachel pun ditilang karena menutup penuh bodi mobilnya dengan stiker warna hitam.

"Kami hanya mengenakan penggunaan masalah ganti warnanya. Jadi penggunaan tidak sesuai itu sampai kemarin kami tunda, ada dua mobil yang berbeda tapi sudah diklarifikasi dan kami cocokkan, mobilnya sama cuma memang diubah, jadi perubahan bentuk atau ganti warna, bukan mengubah posisi TNKB," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas PMJ AKBP Argo Wiyono kepada wartawan di Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (26/10).

Rachel Vennya ditilang dengan pasal 288 UU LLAJ. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 2 bulan penjara atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Berikut ini bunyi Pasal 288 ayat (1) UU LLAJ:

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(rak/tor)