Walkot Nonaktif Cimahi Ngaku Diancam AKP Robin: Saya Ketakutan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 18:52 WIB
Wali kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Ajay tampak diborgol dan memakai masker.
Walkot nonaktif Cimahi Ajay M Priatna (Ari Saputra/detikcom)

Ajay Serahkan Uang Rp 500 Juta

Dalam sidang ini, Jaksa KPK juga mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Ajay yang menyatakan dia menyerahkan uang Rp 500 juta ke Robin. Hal itu pun diamini Ajay.

"Di BAP saksi nomor 6 poin 2 itu di rumah makan Panyahwangan Hotel Bilis ini itu ada negosiasi terkait permintaan uang di mana Robin meminta Rp 5 miliar, tapi kemudian saksi tolak dan nego akhirnya sepakat di angka Rp 500 juta?" tanya jaksa mengonfirmasi BAP.

Ajay membenarkan BAP itu. Namun, terkait angka itu, Ajay mengatakan tidak ada kesepakatan dari keduanya. Angka itu keluar secara tiba-tiba karena Ajay merasa takut dan panik lantaran diancam Robin.

"Tidak ada, Pak, itu (kesepakatan angka), itu juga saking bingungnya waktu itu kan penyidiknya udah gini ya gimana baiknya ajalah," kata Ajay.

Ajay mengaku Robin sering menelepon Ajay. Dia juga mengaku diancam hingga membuatnya takut.

"Beliau sering menelepon, katanya kurang uang, kurang uang lalu mengancam-ngancam, beliau selalu begitu jadi saya tambah takut," kata Ajay.

Dalam perkara ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Ajay Priatna. Dalam dakwaan jaksa, Ajay disebut menyerahkan uang Rp 507.390.000.


(zap/mae)