Anjing Dilarang di Pulau Banyak Aceh Sejak 2019, Dasarnya Surat Gubernur

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 10:37 WIB

Satpol PP Aceh Singkil lalu menjelaskan cara membawa anjing itu dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil. Dia mengaku anjing tersebut memang diikat dengan rantai dan dimasukkan ke keranjang kol yang diikat sedemikian rupa.

"Anjingnya waktu dievakuasi ke Singkil, diikat pakai rantai dan dimasukkan ke keranjang kol. Cuma itu. Keranjang itu diikat biar nggak pecah," kata Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (23/10).

Ahmad Yani lalu membantah disebut mengikat mulut anjing. Menurutnya tak ada yang berani mengikat mulut anjing tersebut selain tuannya.

"Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya," jelasnya.

Ahmad Yani mengatakan proses penangkapan anjing disaksikan pengelola resort. Anjing tersebut dievakuasi ke daratan Singkil untuk diserahkan kembali ke pemiliknya.

"Sampai ke kantor anjingnya sudah mati. Kemudian kita lapor ke Sekda dan anjingnya kita kuburkan," ujarnya.

Ahmad Yani lalu menerangkan sebenarnya ada dua anjing pemilik resor yang dievakuasi. Satu anjing betina dalam hidup dan menurutnya sempat dipelihara di kantor Satpol PP sebelum akhirnya diambil pemilik.

"Anjing betina kita pelihara, kita kasih makan telur dan nasi. Itu anggota yang rawat dan sudah kita serahkan ke pemiliknya," tuturnya.


(agse/aud)