Formula E di DKI Diduga Bakal Merugi, Gerindra Tuding PDIP Tak Cerdas

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 14:45 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif.
Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif (Foto: dok. istimwa)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak menilai ada potensi kerugian apabila Formula E tetap dilaksankaan. Anggota DPRD DKI F-Gerindra Syarif menilai opini PDIP tersebut tidak cerdas.

"Dia menyatakan menduga ada rugi, justru saya menduga opini itu tidak cerdas, apa sih alasannya. Kan dia menyatakan penonton tidak mencapai target, tahu nggak targetnya berapa penontonnya? Pernah disampaikan tidak dari JakPro. Kan belum ada target, target menurut siapa?" kata Syarif saat dihubungi, Sabtu (23/10/2021).

Kemudian, ia mengatakan persiapan Formula E sedang berjalan. Nantinya akan dilaksanakan pra event Formula E sekitar bulan Desember.

Sementara itu, Syarif menilai terkendalanya penyelenggara Formula E belum dapat meninjau 5 calon lokasi sirkuit di Jakarta jangan dicampur adukkan dengan isu tertentu. Ia menilai PDIP mengarang alasan agar Formula E tetap dibatalkan.

"Jadi nggak ada masalah. Soal hambatan panitia ke Jakarta karena ada masalah tidak bisa berangkat ya itu kan masalah tersendiri urusan sana bukan urusan kita kenapa dicampuradukkan," katanya.

"Mari membacanya secara cerdas, akhirnya kan juga terungkap menjelaskan kembali memang inginnya membatalkan, inginnya membatalkan, 'pokokke dibatalkan', alasan reasonning-nya nggak cerdas, kenapa karena dijelaskan apapun selalu tidak diterima karena memang pokoknya batal pokoknya harus dibatalkan dengan berbagai cara," ungkapnya.

Ia mengatakan awalnya setelah adanya laporan dari BPK, Pemprov DKI memutuskan untuk melakukan mitigasi bencana, kemudian mengganti pendanaan agar JakPro mencari pembiayaan sendiri atau sponsorship.

"Artinya ada negosiasi baru, tidak lagi pakai APBD, kegiatannya harus ada dalam konteks pandemi, ya kan saya sering mengatakan ini aneh saja, kalau diadakan sebelum pandemi ya kan kita tidak pernah tahu kapan pandemi itu datang. Setelah datang pandemi dilakukan modifikasi bagaimana caranya terus tetap terselenggara walaupun dalam keadaan pandemi ditentang kan gitu, jadi maunya apa kan gitu, kan sebetulnya 'pokoknya batal'," kata Syarif.

Lebih lanjut, ia menilai jika dibatalkan justru akan bertambah rugi karena DKI telah membayar commitment fee sebelum pandemi ada.

"Terus kenapa misalnya dibayar commitment fee nya kemaren, loh kan sudah ada perjanjiannya di awal sebelum pandemi, semua pihaknya kan mendukung pada tahun 2019 nya ada formula E," katanya.

"(Jika dibatalkan) lebih rugi lagi, mungkin akan mengatakan gini kenapa harus membayar commitment fee padahal sudah masuk pandemi, salah masuk pandemi itu April 2020, pembayaran commitment fee sebelum pandemi kan ga ada masalah," katanya.

Sebelumnya, Penyelenggara Formula E (FEO) belum dapat meninjau 5 calon lokasi sirkuit Formula E di Jakarta karena terkendala izin keluar dari Inggris. PDIP DKI menilai banyaknya hambatan menguatkan kesan penyelenggaraan yang dipaksakan.

"Semakin kuat kesan bahwa hambatan yang banyak karena memang sejak awal ini dipaksakan," ujar anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Gilbert mengatakan kendala izin keluar (exit permit) merupakan masalah internal dari FEO. Namun menurutnya ada informasi yang tidak disampaikan secara detail.

Dia menyoroti soal target penonton yang tergantung pada kondisi pandemi dan publikasi yang dilakukan tidak memiliki waktu lama. Dia berpendapat agar event ini sebaiknya dibatalkan.

"Lalu target penonton yang sangat tergantung kondisi pandemi, juga publikasi atau promosi yang sangat sempit waktunya semakin menguatkan bahwa event ini selayaknya dibatalkan saja. Penonton tidak sesuai harapan, dan tanpa kajian, jelas akan merugi," ujar Gilbert.

"Lalu tanpa penjelasan Gubernur, semuanya menghambur-hamburkan uang yang diambil dari pajak rakyat, sementara kebutuhan rakyat sangat mendesak untuk sektor riil," sambungnya.

Simak Video: Formula E Resmi Digelar di 2022, PSI: Kejar Pertanggungjawaban Anies!

[Gambas:Video 20detik]



(yld/idh)