Tes PCR Syarat Penerbangan Jadi Sorotan, Satgas: Lebih Sensitif dan Akurat

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 09:00 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Hasil negatif Corona tes PCR 2x24 jam yang menjadi salah satu syarat penerbangan menjadi sorotan. Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan tes PCR digunakan karena merupakan metode testing yang paling sensitif.

"PCR sebagai metode testing yang lebih sensitif dapat mendeteksi orang terinfeksi lebih baik daripada rapid antigen, sehingga potensi orang terdeteksi untuk lolos dan menulari orang lain dalam setting kapasitas yang padat dapat diminimalisir," ujar Wiku kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Wiku mengatakan syarat tes PCR diberlakukan mengingat tidak lagi diterapkannya seat distancing di dalam pesawat, sehingga diperlukan adanya screening test yang lebih akurat.

"Kapasitasnya dinaikkan dari 70 persen menjadi 100 persen. Maka, untuk memastikan mereka yang bepergian dalam keadaan sehat, dipastikan dengan screening test yang lebih akurat," kata Wiku.

Penyesuaian Kebijakan Dilakukan Hati-hati

Wiku mengatakan berbagai penyesuaian kebijakan akan dilakukan. Menurutnya, uji coba pelonggaran ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Berbagai penyesuaian kebijakan yang dilakukan saat ini pada prinsipnya adalah uji coba pelonggaran mobilitas dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakat dengan penuh kehati-hatian" kata Wiku.

"Kebijakan yang sekarang dilakukan akan dievaluasi dan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian di masa yang akan datang," imbuhnya.

Simak Video: Banjir Kritikan soal Naik Pesawat Wajib PCR, Komisi IX Merespons

[Gambas:Video 20detik]



Syarat Tes PCR Jadi Sorotan

Syarat tes PCR bagi calon penumpang pesawat menjadi sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan aturan tersebut karena saat ini kasus COVID-19 tengah melandai.

Sementara itu, sebelumnya, syarat tes rapid antigen diperbolehkan. Padahal sebelumnya kasus COVID-19 di Indonesia lebih tinggi.

Syarat tes PCR ini dinilai membebani masyarakat dan berpotensi menurunkan jumlah penumpang yang berujung kerugian maskapai. Sejumlah anggota DPR meminta aturan ini direvisi.

Syarat tes PCR ini diberlakukan untuk perjalanan dari atau ke bandara di wilayah Jawa dan Bali, antarkota di Jawa dan Bali, serta wilayah yang memberlakukan PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri 53/2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa dan Bali.

Syarat Perjalanan Terbaru

Pemerintah menjadikan tes PCR sebagai syarat wajib naik pesawat di masa pandemi Corona. Aturan perjalanan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi COVID-19.

Petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara juga diatur SE Kemenhub 88/2021 yang berlaku efektif 24 Oktober 2021. Surat edaran ini dikeluarkan untuk memperjelas syarat perjalanan dalam negeri di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbaru.

Berikut aturannya:

1. Setiap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan di dalam negeri.

2. Untuk perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

3. Untuk perjalanan dari dan ke daerah di luar Jawa-Bali yang ditetapkan sebagai kategori PPKM level 1 dan 2 wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

(dwia/jbr)