Cegah Klaster COVID-19, LaNyalla Minta Perketat Pengawasan Saat PTM

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 21:19 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti temuan 3 siswa yang terpapar COVID-19 di Kediri, Jawa Timur saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Dia mendorong agar pengawasan diperketat guna mengantisipasi terjadinya hal serupa yang memicu munculnya lonjakan baru kasus COVID-19 menyerang klaster anak sekolah.

"Kasus yang terjadi di Kediri harus menjadi perhatian daerah-daerah lain yang berpotensi terjadinya serangan COVID terhadap sekolah-sekolah yang telah melaksanakan PTM. Jadi Dinas Pendidikan di setiap daerah perlu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan agar dapat melakukan antisipasi dan penanganan langsung apabila terjadi kasus serupa," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

LaNyalla meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem monitoring dan pengawasan secara menyeluruh terhadap satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM.

"Selalu lakukan evaluasi dan monitoring, namun jangan memberatkan sekolah-sekolah di luar prosedur yang ditetapkan. Sekolah yang dirasa tidak memungkinkan untuk PTM, sebaiknya jangan dipaksakan," katanya.

LaNyalla juga menegaskan pentingnya dukungan dari orang tua terhadap langkah strategis sekolah. Dengan begitu diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang bersih dari kasus Corona.

"Saya juga menganjurkan para orangtua untuk memvaksinasi anak-anaknya agar kita dapat menekan angka penularan COVID-19. Terpenting kemudian menerapkan prokes dan mengingatkan anak-anak untuk sementara tidak bergerombol dalam melakukan kegiatan," tegasnya.

Menurutnya, fakta temuan 3 siswa positif COVID-19 tersebut menunjukkan virus yang masih ada. Karena itu masyarakat diimbau tetap waspada meski status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah di level 1.

"Artinya temuan-temuan itu menjadi pelajaran penting. Jangan sampai terjadi kelengahan sehingga para pelajar terkena dampaknya. Fasilitas dan infrastruktur kesehatan yang ada di sekolah betul-betul harus memadai. Karena kunci mencegah penyebaran COVID-19 adalah protokol kesehatan," tandasnya.

Tonton video 'Corona RI 22 Oktober: Kasus Sembuh Tambah 1.231, Meninggal 33':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)