Puji 2 Tahun Jokowi, Golkar Minta Pemulihan Sektor Kesehatan-Sosial Diteruskan

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:13 WIB
Ketua bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Golkar, Mukhamad Misbakhun dalam konferensi pers di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/10/2021).
Foto: Mukhamad Misbakhun (Karin/detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di sektor ekonomi. Golkar meminta pemerintahan Jokowi-Ma'ruf melanjutkan pemulihan ekonomi di sektor kesehatan dan perlindungan sosial.

"Kinerja ekonomi memberikan kepuasan kepada masyarakat, kepada seluruh warga bangsa sekitar 58,7 persen di tahun kedua pemerintahan Pak Jokowi. Artinya apa, dalam sesulit apapun pemerintah masih mendapatkan penilaian yang positif," kata Ketua bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Golkar, Mukhamad Misbakhun, dalam konferensi pers di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/10/2021).

"Sebelumnya, masyarakat menahan konsumsinya sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami posisi negatif, sehingga pada kuarter yang kedua terjadi pemulihan konsumsi masyarakat," imbuhnya.

Golkar juga mencatat adanya pertumbuhan investasi. Khusus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tubuh sekitar 3,5 persen pada kuarter kedua ini.

"Penanaman modal ini di bidang investasi penanaman modal juga mulai tumbuh positif, baik itu PMDN maupun PMA (Penanaman Modal Asing). PMDN tumbuh di kuarter yang kedua ini sekitar 3,5 persen dan PMA tumbuh 16,5 persen," sebut Misbakhun.

Lebih lanjut, Misbakhun menyebut salah satu faktor yang menciptakan pertumbuhan adalah Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

"Simpul-simpul itu diurai melalui peraturan perundang-undangan, sehingga penyelesaiannya adalah penyelesaian yang struktural dalam bentuk kebijakan di tingkat UU, maka terjadi upaya perbaikan investasi," jelas Misbakhun.

Misbakhun juga menyampaikan bahwa syarat mutlak agar ekonomi Indonesia dapat pulih yakni antisipasi gelombang ketiga Corona. Namun, anggota Komisi XI DPR RI tetap meminta pemerintah melanjutkan pemulihan ekonomi di sektor kesehatan dan perlindungan sosial pada tahun depan.

"Untuk pemulihan ekonomi tetap dilanjutkan pada tahun depan, terutama untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial," pungkasnya.

(ain/zak)