Luhut Diberi Rapor Merah BEM UI, Jubir: Semua Berhak Berpendapat

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 10:22 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah selesai menjalani pemeriksaan terkait laporannya soal pencemaran nama baik Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Luhut diperiksa selama 1 jam atas laporannya tersebut.
Luhut Pandjaitan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik menteri-menteri kabinet Indonesia Maju dalam momen 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, salah satunya Menko Marves Luhut Pandjaitan. Merespon kritikan tersebut, Jubir Luhut, Jodi Mahardi mengatakan semua orang berhak berpendapat dengan perspektif yang berbeda.

"Ya nggak ada masalah mau komentar apapun BEM UI. Semua berhak berpendapat, dan perspektif kan bisa beda-beda, ada yang terbiasa melihat gelas setengah kosong dan ada yang melihat gelas setengah penuh..ada yang negatif dan positif thinking," kata Jodi, dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Jodi mengatakan pemerintah serius menangani isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia mengatakan pemerintah telah berupaya menangani deforestasi yang makin turun.

"Indonesia sangat serius dalam mengendalikan perubahan iklim. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanggulangan perubahan iklim merupakan kepentingan nasional Indonesia. Melalui langkah-langkah kebijakan, pemberdayaan, dan penegakan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini telah turun ke level terendah dalam dua puluh tahun terakhir," ujarnya.

Lebih lanjut, Jodi mengatakan pemerintah telah berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut. Jodi juga mengingatkan setiap orang dapat berperan memerangi dampak perubahan iklim.

"Pencegahan konversi hutan alam dan lahan gambut hingga 66 juta hektar. Pengurangan kebakaran hutan sebesar 82 persen, sedangkan di beberapa wilayah Amerika, Australia dan Eropa mengalami peningkatan terbesar. Bahkan tokoh dunia seperti John Kerry saja memuji keberhasilan Indonesia," kata Jodi.

"Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan dalam memerangi perubahan iklim. Seperti halnya pemuda yang memiliki karakter idealis, inovatif, dan positif. Pemuda perlu menjadi bagian dari solusi, jangan jadi pemuda-pemuda pesimis," imbuhnya.

Sebelumnya, Kritik keras datang lagi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kepada pemerintah. Di momen dua tahun Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini, BEM UI memberikan rapor merah dengan penilaian yang jelek semua untuk banyak menteri di Kabinet Indonesia Maju.

BEM UI meminta Jokowi mencopot sejumlah menteri dan pejabat yang dinilai punya nilai buruk. Tak ada menteri dan pejabat setingkat menteri yang dapat nilai baik, yang ada hanya nilai E dan D. Merah semua!

Pernyataan sikap tertulis dan gambar-gambar terkait disampaikan Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

BEM UI melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf selama dua tahun ini. Ada banyak ranah yang mereka sorot, meliputi UU KPK yang sudah direvisi, perkara kebebasan berekspresi, revisi UU ITE, lingkungan hidup, isu food estate, energi kotor batubara, krisis iklim, pelanggaran HAM, hingga soal pendidikan. Berikut adalah desakan BEM UI.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Simak Video: Mahasiswa Semarang Demo, Beri Rapor Merah 7 Tahun Jokowi

[Gambas:Video 20detik]