Dilaporkan Suami, Ibu Aniaya Anak Kandung di Jakbar Jadi Tersangka!

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 09:48 WIB
Ilustrasi Kekerasan Anak
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang suami melaporkan istrinya ke polisi atas dugaan penganiayaan ke dua anaknya. Kini, status istri tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Kemarin sudah gelar perkara status Ibu kandung berinisial LAF sudah menjadi tersangka," ujar kuasa hukum pelapor Arie Lukman melalui pesan singkat, Junat (22/10/2021).

Arie juga mengatakan jika unit P2TP2A (Pusat Perlindungan Terpadu Perempuan dan Anak) telah memberikan pendampingan kepada korban. Selain itu, korban juga rutin menjalani pemeriksaan secara psikologis yang didampingi unit P2TP2A.

"Maka anak tersebut untuk sementara waktu harus dijauhkan dari ibu kandungnya," kata Arie.

Kasus ini bermula pada Oktober 2020. Pengacara pelapor Ari Lukman menyebut sang ibu tega melakukan hal tersebut tanpa motif yang jelas.

"Ini tanpa alasan yang jelas ngelakuinnya. Jadi tiba-tiba aja dari Oktober itu berulang-ulang kali. Iya betul temperamental, emosian," kata Lukman.

Lukman menceritakan sang ibu tega menganiaya anaknya menggunakan sapu. Selain itu, sang ibu juga disebutkan pernah menyiram air ke anaknya menggunakan shower hingga sang anak M (7) kesulitan bernafas.

"Tiba-tiba dipukul anaknya, pembantu juga disiram air panas juga, anaknya juga pernah disiram pakai shower sampai nggak bisa nafas," ujar Lukman.

Anak Alami Trauma

Lukman mengatakan kondisi anak pelapor mengalami trauma setelah mengalami penganiayaan tersebut. Dia menuturkan anak pertama pelapor sering menangis saat sekolah online. Selain itu, sang anak sering tiba-tiba menjerit.

"Karena jadi sering menangis kalau lagi sekolah online, tiba-tiba menangis ngejerit gitu," kata Lukman.

Kini sang anak sedang menjalani rawat jalan dengan psikiater untuk memastikan kondisi mental.

"Dibawa ke psikiater juga, psikiater juga bilang itu anak harus dijauhin dulu sama ibunya. Ya mau nggak mau kan kalau emang caranya dokter begitu. Karena sumber traumanya di situ," jelas Lukman.

Simak juga Video: Tega! Pasutri Pengurus 'Rumah Kasih Sayang' Aniaya Anak Asuh Difabel

[Gambas:Video 20detik]




(ain/mea)