Wagub DKI Jawab Yusril yang Tagih Anies soal 'Jalan Ali Sadikin'

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 22:24 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Karin/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menagih Gubernur Anies Baswedan soal rencana penamaan jalan dengan nama mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. Wagub DKI Ahmad Riza Patria memberi penjelasan.

"Ini menjadi perhatian kami sudah disampaikan di dewan. Insyaallah nanti kita akan tindak lanjuti kembali," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/10/2021).

Usulan penamaan jalan dengan nama Ali Sadikin sempat disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, dalam rapat paripurna peringatan HUT Jakarta ke-474. Riza mengatakan urusan penamaan jalan diatur oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Jadi memang ada permintaan dari teman-teman untuk memberi nama kepada Bung Ali Sadikin," ujarnya.

"Nanti Dinas Perhubungan yang punya tugas untuk memastikan penamaan jalan untuk Bung Ali Sadikin," sambung Riza.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyinggung kejelasan penamaan Jalan Ali Sadikin yang belum ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI. Hal ini merespons polemik wacana perubahan salah satu nama jalan di Jakarta dengan tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

"Ali Sadikin jelas-jelas sosok dan tokoh berjasa buat Jakarta. Usulan penamaan Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, menjadi Ali Sadikin pun merupakan keputusan dari rapat paripurna. Tapi mana? Sampai sekarang belum juga ada keputusan untuk peraturan Gubernur," kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dalam keterangannya, Kamis (21/10).

Yusril Ihza Mahendra juga menagih nama Ali Sadikin menjadi nama jalan. Yusril mengungkit usulan lama mengganti nama Jalan Kebon Sirih dengan Jalan Ali Sadikin oleh DPRD DKI ke Gubernur yang belum juga dilaksanakan.

Usul tokoh-tokoh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) agar Jalan Kramat Raya diganti namanya dengan Jalan Mohammad Natsir, lanjut Yusril, sampai sekarang juga belum digubris pemerintah.

Yusril menyebut urusan nama jalan merupakan urusan pemerintah daerah. Dia kemudian menyinggung Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang harusnya tidak menunggu lama mewujudkan usulan pergantian nama Jalan Kebon Sirih menjadi Jalan Ali Sadikin dan jalan-jalan lainnya.

"Di negara kita, urusan nama jalan adalah urusan pemerintah daerah. Pemerintah pusat hanya dapat mengusulkan kepada pemda untuk memberi nama atau mengubah nama jalan yang sudah ada. Gubernur Anies Baswedan yang mendapat dukungan umat Islam melawan Ahok dan AHY dalam Pilkada DKI mestinya tidak ada keberatan apa pun dan tidak berlama-lama mengganti nama Jalan Kebon Sirih dengan Jalan Ali Sadikin. Jalan Kramat Raya dengan Jalan Mohammad Natsir. Jalan Matraman Raya dengan Jalan Kasman Singodimedjo. Jalan Warung Buncit dengan Jalan AH Nasution," ujarnya.

Tonton juga Video: Alasan India Tak Jadikan Sukarno Nama Jalan

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)