Soal Ataturk Jadi Nama Jalan, Ketua DPRD DKI Tagih Nama Jalan Ali Sadikin

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:18 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyinggung kejelasan penamaan Jalan Ali Sadikin yang belum ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI. Hal ini merespons polemik wacana perubahan salah satu nama jalan di Jakarta dengan tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

"Ali Sadikin jelas-jelas sosok dan tokoh berjasa buat Jakarta. Usulan penamaan Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, menjadi Ali Sadikin pun merupakan keputusan dari rapat paripurna. Tapi mana? Sampai sekarang belum juga ada keputusan untuk peraturan Gubernur," kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Sebagai informasi, usulan Jalan Ali Sadikin disampaikan Prasetio saat menggelar rapat paripurna memperingati HUT Jakarta ke-474. Saat itu, Prasetio meminta agar nama eks Gubernur DKI Jakarta itu diabadikan di jalan sekitar kawasan Kebon Sirih. Adapun Jalan Kebon Sirih terbentang dari perempatan Jalan Abdul Muis sampai perempatan Jalan Menteng Raya, seberang Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Kembali ke Prasetio, politikus PDIP itu menilai mestinya Pemprov DKI dapat mengkaji tokoh mana yang pantas dijadikan sebagai nama jalan.

"Jadi memang perlu dilihat asas kelayakannya. Siapa yang paling layak dan pantas dengan bijak. Sekarang ini, siapa sih yang nggak tahu Ali Sadikin berikut jasa-jasanya bagi Jakarta," ujarnya.

Selain nama jalan, Prasetio juga menyarankan agar nama Ali Sadikin diabadikan di gedung Blok G Pemprov DKI Jakarta dengan nama Graha Ali Sadikin, Pendopo Ali Sadikin, atau Beranda Ali Sadikin.

Sebagaimana diketahui, rencana penamaan jalanan Jakarta, tepatnya di kawasan Menteng, menjadi Jalan Mustafa Kemal Ataturk, menuai kontroversi. Duta Besar Indonesia untuk Ankara Muhammad Iqbal menegaskan perubahan jalan dengan nama tokoh sekuler Turki itu belum diputuskan.

"Bahkan belum diusulkan. Spekulasi publik bahwa yang akan diusulkan adalah nama Ataturk. Faktanya belum ada usulan apa-apa," kata Iqbal saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Iqbal menjelaskan, sejak awal, perubahan nama jalan ini merupakan kesepakatan antara pemerintah RI dan Turki sebagai simbol kedekatan kedua bangsa sejak abad ke-15. Nantinya, yang akan menentukan perubahan nama jalan di Jakarta adalah pemerintah Turki.

Iqbal menuturkan sejauh ini proses pemberian nama jalan masih berlanjut. Yang jelas, dia meyakini nama yang diberikan pemerintah Turki dapat mewakili harapan rakyatnya.

(taa/idn)