Roy Suryo Merasa Terhina Cuitan 'Eks Menteri Sebodoh Ini' Ferdinand

Marteen Ronaldo - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 17:53 WIB
Jakarta -

Mantan Menpora Roy Suryo diperiksa polisi soal laporannya atas Ferdinand Hutahaean. Roy Suryo sebelumnya melaporkan Ferdinand Hutahaean soal dugaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

"Jadi sekali lagi kami menghaturkan terima kasih kepada pihak berwajib, dengan hari ini saya dan tim memenuhi undangan itu untuk memberikan klarifikasi berupa berita acara pemeriksaan atas kasus kasus Twitter yang dilakukan oleh Saudara Ferdinand Hutahaean," jelas Roy Suryo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Roy Suryo menjelaskan, pada 14 September 2021, ia terkejut melihat cuitan Ferdinand Hutahaean. Roy Suryo merasa terhina atas cuitan Ferdinand Hutahaean yang menyebut dirinya 'mantan menteri sebodoh ini', meski namanya tidak ditulis secara terang-terangan.

"Saya terkejut karena membaca di Twitter, Saudara FH ini membuat cuitan semacam ini. Cuitan tersebut sungguh sangat mendesak saya ya, karena membuat saya terhina, membikin saya teraniaya. Karena apa, di sana disebut selaku mantan menteri saya melakukan tindakan yang sebodoh ini, bahkan sebobrok ini," jelasnya.

"Dan bahkan dia menuliskan ada yang tidak pantas di bawah ini, yaitu yang 'pasti untuk menambah harta pribadi, yaitu dengan tidak membawa barang-barang pulang perabotan negara pulang ke rumah pribadi'," tambahnya.

Ferdinand memang sempat tidak mengakui cuitannya itu dimaksudkan kepada Roy Suryo. Namun Roy Suryo punya bukti bahwa cuitan Ferdinand Hutahaean itu adalah me-reply postingan sebuah artikel berita terkait dirinya.

"Ini sangat-sangat tidak pantas dilakukan dan sempat saya membaca bahwa yang bersangkutan sempat menyatakan di tulisan ini tidak ada nama saya, tidak ada foto saya, itu salah besar," katanya.

"Karena lengkapnya sebenarnya seperti ini, dan tadi sudah saya serahkan kepada pihak kepolisian. Jadi aslinya cuitannya seperti ini," sambungnya.

Sementara itu, Roy Suryo mengungkapkan mendapat 15 pertanyaan dari penyidik.

"Jadi kepolisian di sini hari ini cukup tajam, jadi tidak perlu menanyakan yang lain-lain. Yang ditanyakan ke saya hanya soal kapan saya membaca itu, alat bukti ya apa, siapa saksinya, dan saya diperiksa dalam kondisi ya standar ya," lugasnya.

Simak penjelasan Ferdinand Hutahaean di halaman selanjutnya

Penjelasan Ferdinand Hutahaean


Ferdinand memberikan tanggapan atas pelaporan tersebut. Pertama, Ferdinand Hutahaean berdalih tidak pernah menyebut nama Roy Suryo dalam postingannya itu.

"Begini loh, poin utama, saya tidak pernah menyebut Roy Suryo dalam cuitan saya. Saya pikir Roy Suryo orang yang tak siap berdemokrasi dalam hal ini dan dirinya hanya ingin nyinyir ke yang lain tapi tak ingin dikritik atau dinilai oleh orang lain. Roy tampak hanya boleh dan hanya ingin menilai tapi tak boleh dan tak ingin dinilai," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Ferdinand menjelaskan, terkait sebutan bodoh terhadap logika berpikir Roy Suryo saat menilai peningkatan harta kekayaan Presiden Jokowi di LHKPN yang dilaporkan ke KPK. Menurutnya, Roy Suryo saat itu hanya sedang nyinyir ke Jokowi.

"Jadi komentarnya terkesan negatif terhadap Pak Jokowi dengan peningkatan hartanya, padahal wajar peningkatan itu dan sangat normal. Maka, ketika Roy nyinyir dan terkesan negatif menilai peningkatan harta itu justru berpotensi mencemarkan nama baik Presiden, maka logikanya harus diluruskan. Diluruskan dengan cara apa? Ya itu tadi, bahwa harta yang dilaporkan itu dijamin bersih," ucapnya.

Lalu, Ferdinand berbicara soal cuitannya yang dinilai menuduh Roy Suryo mengambil barang negara. Dia mengklaim bahwa cuitan itu tidak menuduh Roy Suryo.

"Padahal saya tak menuduh, saya hanya memberi contoh perbuatan yang patut dicurigai kalau kekayaannya meningkat mendadak, yaitu dengan cara membawa aset negara pulang ke rumah pribadi. Kalimat saya tidak ada menuduh, tapi memberi contoh dan saya tulis dalam alinea berbeda. Maka nalar Roy menurut saya salah, dia terlalu merasa dituduh membawa pulang aset negara, padahal saya tidak sedang menuduh, tapi memberi contoh. Kenapa dia merasa ya?" ujarnya.

(mea/mea)