Jadi Syarat Naik Pesawat, Harga PCR Harus Diturunkan!

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 17:20 WIB
30 orang siswa dan 3 orang guru SDN 15 Kresna, Cicendo, Kota Bandung menjalani tes PCR. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah atau klaster COVID-19 di lingkungan sekolah.
Ilustrasi tes PCR (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menetapkan syarat wajib naik pesawat terbaru, yaitu menunjukkan hasil negatif Corona berdasarkan tes PCR maksimal 2x24 jam. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara meminta pemerintah menurunkan harga tes PCR.

Beka awalnya menyampaikan tidak semua laboratorium PCR di daerah bisa mengeluarkan hasil tes secara cepat. Beka juga menilai harga tes PCR di Indonesia masih mahal.

"Juga soal akses, kan laboratorium PCR di daerah kan juga tidak begitu banyak yang bisa cepat keluar hasilnya. Itu kan ada juga memberatkan ya. Makanya akses harga bisa ditekan seminim mungkin," kata Beka kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Beka menyarankan pemerintah menurunkan lagi harga tes PCR yang kini menjadi syarat wajib untuk naik pesawat. Dia berharap masyarakat bisa lebih mudah bepergian melalui jalur udara.

"Saya nggak menyarankan gratis, tapi harus lebih murah lagi, sehingga tidak hanya kami yang sering melakukan perjalanan dinas, tapi masyarakat juga bisa lebih banyak lagi," ujarnya.

Beka juga menilai rentang waktu berlakunya hasil tes PCR terlalu singkat. Menurutnya, hal itu merepotkan.

"Bikin ruwet dan rumit, jadi merepotkan," kata Beka.

"Saya itu berapa kali perjalanan yang 2-3 hari saja. Yang diperlukan adalah pemerintah soal masa berlaku dari PCR itu supaya tidak 2x24 jam, sehingga prosedur untuk terbang bagi orang-orang yang sering melakukan perjalanan singkat 2-3 hari itu tidak merepotkan," sambungnya.

Harga Tes PCR

Pemerintah sebenarnya telah menurunkan tarif batas tertinggi tes polymerase chain reaction (PCR). Tarif batas tertinggi tes PCR untuk Jawa-Bali senilai Rp 495 ribu. Sementara itu, untuk luar Jawa-Bali sebesar Rp 525 ribu. Tarif tersebut turun dibanding aturan sebelumnya, yakni maksimal Rp 900 ribu.

"Dari hasil evaluasi kami sepakati bahwa batas tertinggi pemeriksaan real time PCR diturunkan menjadi Rp 495 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp 525 ribu untuk daerah di luar Pulau Jawa dan Bali," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

Hasil tes PCR juga diminta dikeluarkan dalam jangka waktu 1x24 jam. Kemenkes meminta semua fasilitas kesehatan dapat mematuhi batas tarif tertinggi dan durasi pemeriksaan tersebut.

Simak syarat naik pesawat di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Alasan Satgas Wajibkan Hasil PCR Sebagai Syarat Naik Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]