Aturan Penerbangan Domestik Terbaru Mulai 24 Oktober, Cek Selengkapnya!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 17:20 WIB
Aturan Penerbangan Domestik Terbaru, Sesuai SE Kemenhub
Aturan Penerbangan Domestik Terbaru, Sesuai SE Kemenhub -- Bandar Udara Adi Soemarmo Solo (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Jakarta -

Aturan penerbangan domestik terbaru banyak dicari tahu masyarakat. Hal ini sejalan dengan kembali diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama 2 minggu, terhitung mulai 19 Oktober hingga 1 November 2021.

Adapun aturan penerbangan domestik terbaru mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19. Aturan ini berlaku efektif mulai 24 Oktober 2021 mendatang.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan? detikcom merangkum ulasannya berikut ini.

Aturan Penerbangan Domestik Terbaru: Ikuti Protokol Kesehatan

Sebelum mengetahui lebih jelas soal aturan penerbangan domestik terbaru, dalam SE terbaru, calon penumpang diminta mematuhi pengetatan protokol kesehatan, dengan menerapkan beberapa aturan berikut ini:

  1. Wajib menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.
  2. Dilarang berbicara selama di dalam pesawat, baik dengan telepon atau secara langsung secara searah atau dua arah.
  3. Penumpang dilarang makan dan minum untuk waktu penerbangan kurang dari 2 jam. Aturan dikecualikan bagi penumpang dengan keadaan tertentu yang diwajibkan mengkonsumsi obat tertentu di jam yang tertentu.

Aturan Penerbangan Domestik Terbaru: Vaksin-Hasil Tes Negatif COVID-19

Dalam SE terbaru, ada dua syarat yang harus dipastikan ada sebelum keberangkatan, yaitu vaksin dan hasil tes negatif COVID-19. Adapun berikut aturannya:

  1. Penerbangan dari atau ke bandar udara di wilayah Jawa dan Bali, antar kota di Jawa dan Bali, serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri terbaru, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.
  2. Penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif antigen maksimal 1x24 jam.
  3. Pengecualian kewajiban menunjukkan kartu vaksin diatur untuk:
    - Penumpang di bawah usia 12 tahun
    - Penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Adapun sebagai pengganti kartu vaksin, diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Baca selengkapnya soal aturan penerbangan domestik terbaru di halaman berikutnya.

Simak video 'Alasan Satgas Wajibkan Hasil PCR Sebagai Syarat Naik Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]