Komisioner Komnas HAM Kritik Keras Naik Pesawat Wajib PCR: Merepotkan!

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 16:49 WIB
Beka Ulung Hapsara
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung (foto diambil sebelum pandemi Corona) (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengkritik keras wajib menyertakan hasil tes PCR maksimal 2x24 sebagai syarat naik pesawat. Beka menilai aturan itu rumit.

"Bikin ruwet dan rumit, jadi merepotkan," kata Beka kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Beka mengatakan dia sering bepergian menggunakan pesawat dalam waktu berdekatan untuk tugas dinas. Dia meminta pemerintah mengubah masa berlaku hasil tes PCR menjadi lebih panjang agar tidak merepotkan calon penumpang.

"Saya itu berapa kali perjalanan yang 2-3 hari saja. Yang diperlukan adalah pemerintah soal masa berlaku dari PCR itu supaya tidak 2x24 jam sehingga prosedur untuk terbang bagi orang-orang yang sering melakukan perjalanan singkat 2-3 hari itu tidak merepotkan," ujarnya.

Beka menyampaikan tidak semua laboratorium PCR di daerah mengeluarkan hasil tes dengan cepat. Beka menilai harga tes PCR juga masih mahal.

"Juga soal akses, kan laboratorium PCR di daerah kan juga tidak begitu banyak yang bisa cepat keluar hasilnya. Itu kan ada juga memberatkan lah ya. Makanya akses harga bisa ditekan seminim mungkin," tuturnya.

Beka menyarankan agar pemerintah menurunkan standar harga apabila tes PCR menjadi syarat naik pesawat. Dia berharap masyarakat bisa lebih mudah untuk bepergian melalui jalur udara.

"Saya nggak menyarankan gratis, tapi harus lebih murah lagi. Sehingga tidak hanya kami yang sering melakukan perjalan dinas tapi masyarakat juga bisa lebih banyak lagi," ujarnya.

Simak syarat lengkap naik pesawat di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Alasan Satgas Wajibkan Hasil PCR Sebagai Syarat Naik Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]