Cerita Korban Rela Jual Sawah demi Bayar Tes CPNS Fiktif Anak Nia Daniaty

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 14:58 WIB
Pengacara korban kasus penipuan tes CPNS anak Nia Daniaty.
Konferensi pers pihak korban tes CPNS fiktif. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania, diduga melakukan penipuan terkait tes CPNS dengan menyuruh korban membayar hingga puluhan juta rupiah. Salah satu korban, Agustin, menyebut ada yang menjual sawah hingga menggadaikan rumah demi membayar ke Olivia.

"Karena banyak penghasilannya kecil, apalagi sekarang sudah berhenti bekerja. Ada yang jual sawah, ada yang gadaikan rumah, terus BPKB-nya di-leasing-kan, apalagi mereka saat ini butuh sekali pekerjaan," ujar Agustin dalam jumpa pers di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (20/10/2021).

Agustin meminta Olivia bisa mengembalikan uang mereka. Meski demikian, dia menyerahkan proses hukum dugaan penipuannya kepada pihak kepolisian.

"Kalau saya dari awal, saya selalu minta, 'ayo kita selesaikan secara baik-baik'. Karena korban ini sangat amat butuh uang tersebut. Paling tidak kalau uang itu dikembalikan, bisa untuk modal," tuturnya.

Agustin juga menyebut ada korban baru dalam kasus dugaan penipuan tes CPNS ini. Agustin heran terhadap Olivia yang masih terus mencari korban, padahal sudah disomasi.

"Kalau menurut saya, sudah sungguh luar biasalah, tidak masuk di akal. Orang kok sudah dilaporkan, sudah disomasi, bahkan sudah viral kok masih nyari korban gitu. Maksudnya apa? Apa mungkin dia sudah kekurangan uang? Uang transpor karena dia baru pulang dari Cilacap untuk kembali ke Jakarta, jadi dengan hal-hal licik gitu ya," tukas Agustin

"Bahkan sangat mirisnya, itu adalah langganan dia loh, yang saya dapat informasi langganan dia yang belum lama dikenal," sambungnya.

Kuasa hukum para korban, Odie Hudiyanto, menyebut Olivia sempat ingin mengembalikan uang ke korban. Odie mengatakan korban diiming-imingi oleh Olivia akan dilantik menjadi PNS melalui aplikasi Zoom.

Namun, link Zoom yang diberikan Olivia tidak bisa diakses. Odie menyebut Olivia berdalih pelantikan ditunda.

"Diberikan juga password untuk Zoom pelantikan, tapi si korban bilang, 'ini kok saya nggak bisa masuk?', gitu. Akhirnya Oli bilang, 'oh ditunda Mas jadi besok Zoom pelantikannya'," ujar Odie.

Dia mengatakan salah satu korban bernama Haji Murtiman mendatangi kantor suami Olivia. Di situ, kata Odie, Olivia berjanji mengembalikan uang korban.

"Ini tanggal 20 September ketika Pak Haji Murtiman saat datang ke kantornya Rafly, itu Oli bikin jawaban ke para korban, 'uangnya saya kembalikan ya, takut jadi fitnah', gitu. Dia bilang HP-nya abis kecebur," beber Odie.

Odie mengatakan para korban tidak kunjung mendapat jawaban dari Olivia soal kapan pengembalian uang tersebut. Pesan dari korban hanya dibaca oleh Olivia.

"Ditanya lagi dari tanggal 29 September sampai 13 Oktober, sudah nggak ada jawaban. Cuma dibaca doang. Nggak dikembalikan uangnya," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.