Kepgub Baru Anies PPKM Level 2 Jakarta: Kantor Esensial WFO 75%

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 14:40 WIB
Pendiri HIPMI Abdul Latief, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Sona Maesana, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming saat pelantikan pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarya Raya (Hipmi Jaya) masa bakti 2021-2024 di gedung balaikota, Jakarta, Jumat (1/10/21).
Anies Baswedan (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan keputusan gubernur terbaru yang mengatur soal pelaksanaan PPKM level 2 di Jakarta. Salah satunya soal kapasitas kerja dari kantor atau work from office (WFO).

Dilihat detikcom, Rabu (20/10/2021), aturan soal WFO itu tertera dalam lampiran Kepgub Nomor 1245 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2 COVID-19. Anies mengatur kapasitas perkantoran berdasarkan sektor non-esensial, esensial, dan kritikal.

Berikut aturan soal WFO untuk sektor non-esensial dan esensial di Jakarta saat PPKM Level 2:

Sektor Non-Esensial

Diberlakukan 50% work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Sektor Esensial

a. Keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan)
b. Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik
c. Teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat
d. perhotelan non-penanganan karantina
e. Industri orientasi ekspor dan penunjangnya di mana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen pemberitahuan ekspor barang selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Perindustrian.

Aturan WFO-nya:

1. Untuk huruf a dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75% staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat serta 50% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat
2. Untuk huruf b dan c, dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75% staf dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat
3. Untuk huruf d dapat beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan:
- Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung
- Kapasitas maksimal 50% dan hanya pengunjung kategori hijau dan kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk
- Fasilitas pusat kebugaran/gym, ruang pertemuan/rapat dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom diizinkan buka dengan memakai aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas 50% serta penyediaan makanan dan minuman dalam box
- Pengunjung usia di bawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif antigen (H-1)/PCR (H-2)


4. Untuk huruf e dapat beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan sebagai berikut:
- Hanya dapat beroperasi dengan pengaturan sif dengan kapasitas maksimal 75% staf untuk setiap sif hanya di fasilitas produksi/pabrik
- 50% untuk pelayanan administrasi perkantoran
- Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi
- Makan karyawan tidak bersamaan.

Sektor esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis KemenPAN-RB.

Simak video 'Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/idh)