Bos Pinjol PT ANT Information Consulting di Kelapa Gading Diburu Polisi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 10:44 WIB
Penggerebekan kantor pinjol ilegal di Kelapa Gading Jakut
Kantor pinjol PT ANT Information Consulting di Jakut digerebek polisi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengamankan 4 karyawan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal PT ANT Information Consulting di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bos perusahaan tersebut kini diburu polisi.

"Pemiliknya masih kita lakukan pengejaran," ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Kantor pinjol ini digerebek polisi pada Senin (18/10), sekitar pukul 20.00 WIB. Dari lokasi tersebut, polisi menangkap 4 karyawan yang merupakan supervisor telemarketing hingga debt collector.

Keempat karyawan tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keempat karyawan tersebut.

"Nanti ini orang per orang akan kita dalami setelah kita melakukan pemeriksaan di kantor," tutur Auliansyah.

Koleksi Foto Porno

Saat digeledah, kantor pinjol PT ANT Information Consulting itu kedapatan 'mengoleksi' foto porno. Rupanya, foto porno itu digunakan untuk mengancam korban saat melakukan penagihan utang.

"Mungkin teman-teman semua sudah lihat di komputer mereka masing-masing, dengan cara-cara penagihannya di situ ada pornografi, ada pengancaman, dan kemudian akan kita kembangkan terkait juga akses dari mana mereka mendapatkan nomor telepon di ponsel nasabah," jelas Auliansyah.


Alasan Tagih Utang Pakai Foto Porno

Seorang karyawan bernama Soza menceritakan tekanan dari pimpinan perusahaan selama bekerja di perusahaan tersebut. Sebagai penagih utang, dia ditargetkan menagih utang kepada peminjam.

Tekanan itu membuat dia harus memutar otak. Soza kemudian melihat karyawan lain menggunakan foto pornografi menyerupai debitur dalam cara penagihan.

Cara tersebut akhirnya yang digunakan Soza dalam melakukan penagihan kepada debitur.

"Untuk saat ini yang diharapkan itu tiap beberapa menit ditanya (oleh bos) 'payment... payment'. Kita secara pribadi ini berputar (otak) gimana caranya bisa payment. Saya lihat kiri kanan lihat penagihan begini (modus pakai foto porno). Saya dua minggu jalanin saya memakai foto-foto (porno) itu," terang Soza.

Soza mengaku kantornya memang telah mengoleksi kumpulan foto pornografi di komputer kantor. Nantinya foto pornografi itu diedit, seolah-olah itu adalah korban.

"Sudah ada di komputer ya tinggal diedit nama doang," terang Soza.

Simak video 'Mahfud: Untuk Pinjol Legal Silakan Berkembang, Justru Itu Diharapkan':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)