Jaksa Teliti Berkas 260 Halaman Kasus Prokes 3 Petinggi Khilafatul Muslimin

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 10:38 WIB
Penyidik Ditreskrimum Polda Lampung menyerahkan berkas perkara pelanggaran prokes 3 petinggi Khilafatul Muslimin ke Kejati Lampung
Penyidik Ditreskrimum Polda Lampung menyerahkan berkas perkara pelanggaran prokes 3 petinggi Khilafatul Muslimin ke Kejati Lampung (dok. Polda Lampung)
Bandar Lampung -

Penyidik Ditreskrimum Polda Lampung telah merampungkan pemberkasan kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) 3 petinggi Khilafatul Muslimin. Berkas tersebut kini tengah diteliti jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Lampung.

Dirkrimum Polda Lampung AKBP Reynold Hutagalung mengatakan penyerahan berkas dilakukan pada Senin, 18 Oktober, lalu. Ada 2 berkas perkara yang diserahkan tim penyidik Polda Lampung ke JPU Kejati Lampung.

"Berkas perkara telah diterima oleh jaksa madya sebanyak 2 berkas perkara, terdiri dari berkas warga terkait di TKP Bandar Lampung (lebih-kurang) 260 halaman dan berkas di TKP Lampung Selatan (lebih-kurang) 250 halaman," ujar AKBP Reynold Hutagalung dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

"Saat ini berkas sedang diteliti JPU Kejati Lampung dan mudah-mudahan secepatnya dinyatakan lengkap agar kami bisa lakukan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti," tambah Reynold.

Dalam berkas perkara tersebut, tiga tersangka dinyatakan telah melanggar Pasal 160 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP, serta Pasal 216 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 4 tahun 1984 tentang penularan wabah penyakit menular, dan Pasal 93 juncto Pasal 9 Ayat 1 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara. Ketiga tersangka itu adalah Chairuddin alias Abu Bakar, Abdul Qodir Baraja dan Zulyadi.

Sebelumnya, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19. Pelanggaran diduga terjadi saat kirab 1 Muharam atau tepatnya pada Selasa (10/8) di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan.

"Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh warga Khilafatul Muslimin Bandar Lampung dan Lampung Selatan yang menyebabkan kerumunan, mobilisasi kegiatan massa dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tidak menggunakan masker di saat PPKM level 4 di wilayah Lampung," tutur Reynold.

Reynold mengatakan ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 160 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP serta Pasal 216 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 juncto Pasal 9 Ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Terancam hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara," ujarnya.

(mei/idh)