Komisi X Sentil Menpora soal Sanksi WADA: Ini Saatnya Kembali Bekerja

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 08:43 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyayangkan sanksi buat Indonesia dari Badan Antidoping Dunia (WADA). Huda menilai sanksi dari WADA bisa berdampak besar bagi dunia olahraga di Tanah Air.

"Selain pelarangan pengibaran bendera Merah Putih di luar negeri, sanksi WADA juga membuat Indonesia kehilangan kesempatan menjadi host penyelenggaraan event olahraga berskala internasional," kata Huda kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Padahal dalam beberapa bulan ke depan, banyak event yang rencananya digelar di Indonesia, seperti World Superbike (WSBK) 2021 di Mandalika. Event tersebut sangat krusial karena merupakan debut Sirkuit Mandalika menggelar kejuaraan balap berskala internasional.

"Selain WSBK Mandalika 2021, pada bulan November hingga Desember 2021, Bali akan menjadi venue penyelenggaraan ajang olahraga internasional bertajuk Indonesia Festival Badminton. Tiga kejuaraan internasional itu adalah Daihatsu Indonesia Master (16-21 November 2021), Indonesia Open (23-28 November 2021), serta BWF World Tour Final (1-5 Desember 2021). Event ini juga terancam tidak bisa diselenggarakan karena sanksi dari WADA," ucapnya.

Huda menyebut sanksi WADA bisa membuat peluang Indonesia memenangkan bidding host event olahraga internasional terancam. Padahal, kata dia, Indonesia punya kesempatan ikut bidding tuan rumah kejuaraan dunia, Asian Games, SEA Games, kejuaraan dunia junior, Piala Thomas dan Uber, serta Piala Sudirman.

"Besarnya dampak sanksi WADA ini harus secepatnya disikapi oleh Menpora dan jajaranya," ujarnya.

Menpora Zainudin Amali, kata Huda, harus mengerahkan semua sumber daya yang ada agar WADA segera mencabut sanksinya. Menurutnya, pengiriman tim lobi ke WADA dan International Olympic Committee (IOC) tidak akan cukup dilakukan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: