Kapal Rusak Akibat Puting Beliung, Nelayan di Bone Sulsel Butuh Bantuan

Zulkipli Natsir - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 06:08 WIB
Kapal nelayan rusak akibat puting beliung di Bone, Sulsel
Kapal nelayan rusak akibat puting beliung di Bone, Sulsel (Foto: Zulkipli/detikcom)
Bone -

Dahsyatnya bencana puting beliung yang menghantam 5 desa di Pesisir Timur Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyisakan dampak yang serius bagi warga. Nelayan dan petani rumput laut butuh bantuan akibat kapal rusak.

Ahmad, petani rumput laut di Bone, masih trauma dengan angin puting beliung yang menimpa wilayahnya. Akibat bencana itu, Ahmad pun gagal panen rumput laut.

"Kami masih ingat dengan peristiwa kemarin malam. Saat ini tidak ada aktivitas, saya sebagai petani rumput laut. Gagal panen, tadi sisa-sisa rumput laut sedikit yang berhasil di selamatkan," ungkap Ahmad saat berbincang dengan detikcom di rumahnya , Senin (18/10/21).

Ahmad pun berharap uluran tangan dari pemerintah. Sebab saat ini dia tak lagi memiliki penghasilan.

"Kami harapkan bantuan dari pihak pemerintah, mata pencaharian kami sudah tidak ada, apalagi saat ini butuh biaya perbaikan rumah," kata dia.

Tak hanya petani rumput laut, nelayan juga kehilangan mata pencariannya setelah kapal miliknya hancur dihantam ombak hingga mengenai batu. Hal itu membuat nelayan tak bisa melaut.

"Kapal saya rusak, patah. Tidak lagi bisa digunakan, hanya mesinnya yang bisa saya ambil untuk diperbaiki. Kalau kerugian hampir seratus juta. Belum lagi kondisi rumah saat ini, tidak bisa ditinggali, jadi harus mengungsi ke rumah orang tua sama anak istri dulu," terang Mardi saat diwawancara detikcom di samping rumahnya.

Dia pun ikut menceritakan detail saat kapalnya dihantam ombak yang besar hingga jangkar pengait terlepas. Pondasi beton rumah yang dijadikan tumpuan jangkar pun ikut patah setelah terkena hantaman badan kapal. Kondisi rumah pun terlihat nyaris ambruk.

"Jangkarnya lepas. Badan kapal kemudian terhempas ke tiang beton rumah. Jadi beginilah kondisi rumah," tambah Mardi.

Mereka yang mengalami dampak parah akibat peristiwa ini pun mengaku menunggu dan berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah dan para dermawan.

Simak juga Video: Potensi Hujan Lebat Merata di Wilayah Indonesia

[Gambas:Video 20detik]