Permukiman Warga di 5 Desa di Bone Porak-poranda Diterjang Puting Beliung

Zulkifli Natsir - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 19:13 WIB
Permukiman warga di Bone, Sulsel porak poranda diterjang puting beliung. (Zulkifli/detikcom)
Permukiman warga di Bone, Sulsel, porak-poranda diterjang puting beliung. (Zulkifli/detikcom)
Bone -

Sekitar 50 rumah warga di kawasan permukiman di 5 desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), porak-poranda diterjang angin puting beliung. BPBD setempat terjun ke lokasi mengevakuasi warga.

Pantauan detikcom di lokasi terdampak puting beliung di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, BPBD setempat masih terus melakukan proses evakuasi dan pembersihan sejumlah pohon yang tumbang di jalan, akses menuju lokasi. Puting beliung diketahui menerjang rumah warga sejak Minggu (17/10) malam.

Belum ada warga yang memperbaiki rumahnya yang rusak akibat diterjang puting beliung. Tampak suasana bangunan masih porak-poranda, sejumlah rumah terlihat ambruk dan rusak parah.

"Peristiwa angin puting beliung ini terjadi kemarin malam, sekitar pukul 10. Sekitar 50 rumah lebih yang rusak, sejumlah perahu dan kapal nelayan. Untuk saat ini, kami bersama-sama pihak terkait, masih terus melakukan pendataan dari dampak bencana ini," ujar Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi di lokasi, Senin (18/10).

Lima desa yang terdampak adalah Desa Pattirosompe, Mabbiring, Mallusetasi, Tenrung Tellue, dan Desa Tasi. Masing-masing desa ini merupakan wilayah pesisir yang dinyatakan langsung berhadapan dengan laut Teluk Bone.

Hingga saat ini, pihak pemerintah setempat menyatakan masih melakukan proses peninjauan dan pendataan terkait korban dan dampak akibat bencana ini. Sementara tercatat satu orang mengalami luka di bagian kepala akibat terkena reruntuhan balok kayu.

"Kami temukan ada satu orang yang mengalami luka karena tertimpa reruntuhan balok kayu. Sudah dibawa ke puskesmas," tambah Zainal.

Detik-detik peristiwa ini ikut diceritakan salah seorang warga yang mengaku panik melihat dahsyatnya angin puting beliung yang kali pertama disaksikannya ini. Selain petir dan hujan, air laut sempat pasang dan naik ke daratan. Ombak pun disebutkan menerjang setinggi 2 meter saat angin itu tiba-tiba datang.

"Ada petir bunyinya keras, terus angin kencang datang. Ombaknya tinggi sampai 2 meter naik ke rumah. Awalnya kami pikir datang tsunami, jadi orang seisi rumah lari keluar, panik menyelamatkan diri. Saya sudah 40 tahun lebih tinggal disini, barusan saya lihat yang seperti ini," ungkap Abdul Rafid, salah seorang warga korban puting beliung, saat diwawancara detikcom di halaman rumahnya yang nyaris ambruk, Senin (18/10).

Selain rumah warga, puting beliung ikut merusak sejumlah fasilitas umum berupa sekolah dan mesjid. Terdata satu sekolah dan mesjid ikut kehilangan sejumlah atapnya diterbangkan angin ini.

Tak hanya itu, sejumlah perahu dan kapal nelayan juga mengalami kerusakan hingga tak bisa lagi digunakan. Para petani rumput laut pun dinyatakan merugi akibat gagal panen lantaran tanaman rumputnya tersapu ombak.

Pihak pemerintah pun menaksirkan kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai Rp 1 miliar.

"Untuk kerugian materiil kami taksir 500 (juta) hingga satu miliar rupiah akibat bencana ini," tuturnya.

Lihat juga video 'Puluhan Rumah di Polman Rusak Diterjang Puting Beliung, Bupati Cek Lokasi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)