Polisi Tangkap Supervisor-Debt Collector di Kantor Pinjol Kelapa Gading

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 22:15 WIB
Polisi gerebek kantor pinjol ilegal di Kelapa Gading Jakut
Polisi menggerebek kantor pinjol ilegal di Kelapa Gading, Jakut. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal, PT ANT Information Consulting, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 4 karyawan.

"Malam ini kita mendapatkan empat orang. Ada dua tugasnya sebagai supervisor telemarketing dan satunya ada supervisor sebagai debt collector kemudian ada satu bagian umum dan satu bagian collecting," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah di lokasi, Senin (18/10/2021).

Auliansyah mengatakan PT ANT Information Consulting ini memiliki 4 aplikasi pinjaman online ilegal. Saat polisi melakukan penggerebekan di lokasi, mayoritas karyawan tidak berada di lokasi.

Menurut Auliansyah, dari pemeriksaan awal kepada empat orang di lokasi, ada ribuan nasabah yang terdaftar dari kantor pinjol ilegal ini.

"Kita mendapatkan data nasabah mereka ini kurang lebih ada 8.000 orang. Nanti akan kita dalami lagi dari mananya," katanya.

Sama seperti kantor pinjol ilegal yang telah digerebek polisi, PT ANT Information Consulting pun menggunakan foto-foto pornografi yang menyerupai korban dalam melakukan penagihan. Cara itu dinilai efektif dalam menekan korban.

"Di komputer mereka masing-masing dengan cara-cara penagihannya di situ ada pornografi, ada pengancaman dan kemudian akan kita kembangkan terkait juga akses dari mana mereka mendapatkan nomor telepon di ponsel nasabah," ungkap Auliansyah.


Polisi kini masih mendalami pengungkapan kasus pinjol ilegal di PT ANT Information Consulting. Polisi direncanakan bakal menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini pada Selasa (19/10).

"Kita mungkin bisa kenakan undang-undang perdagangan, pornografi, pengancaman dan sebagainya. Nanti ini orang per orang akan kita dalami setelah kita melakukan pemeriksaan di kantor," pungkas Auliansyah.

(mea/lir)