Kompolnas Sarankan Netizen Diancam Gegara 'Polisi Diganti Satpam Bank' Lapor

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 08:22 WIB
Poengky Indarti
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Seorang netizen membagikan bukti adanya ancaman setelah mencuit 'bisakah polisi se-Indonesia diganti satpam bank'. Kompolnas mendesak agar netizen tersebut segera melapor.

"Jika ada dugaan oknum Kepolisian tidak terima dan kemudian melakukan ancaman gara-gara cuitan 'Polisi diganti Satpam Bank', maka korban dipersilahkan untuk segera melapor agar dapat ditindaklanjuti," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, kepada wartawan, Minggu (17/10/2021).

Poengky mengatakan apa yang diungkapkan netizen tersebut sebagai kritik terhadap Polri. Namun, kritik itu jangan lah dianggap negatif, melainkan sebuah bentuk perhatian masyarakat agar Polri melakukan perbaikan.

"Seluruh anggota Polri harus berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Tetap ke depankan profesionalitas, jaga sopan santun, jangan menunjukkan arogansi," ucapnya.

Dia menyebut polisi itu tugasnya melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat serta menegakkan hukum guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, hal yang perlu diingat bahwa para pengawas Polri tidak hanya pengawas internal dan eksternal seperti Kompolnas saja.

"Tetapi di masa kecanggihan teknologi ini, masyarakat dengan gawai pintarnya mampu merekam dan memviralkan, menyampaikan kepada media, atau statement di media sosial. Jika ada pelanggaran, maka yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi. Ibarat karena nila setitik, rusak susu sebelanga," tegasnya.

Pria Diancam Gegara Cuitan Viral di Medsos

Seperti diketahui, netizen yang mengaku mendapat ancaman setelah mencuitkan pertanyaan 'bisakah polisi se-Indonesia diganti satpam bank' itu telah me-mention SAFEnet, Perkumpulan Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara. SAFEnet mengaku telah menerima pengaduan terkait hal itu dan tengah berkoordinasi untuk mengambil langkah lebih lanjut. SAFEnet menyayangkan adanya ancaman tersebut.

Ketua Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengatakan ancaman terus berlanjut justru akan merugikan instansi. Dia meminta polisi mengusut kasus itu.

"Jadi jelas-jelas merugikan kepolisian itu sendiri. Kepolisian sebaliknya harus mengusut karena justru kejadian tersebut termasuk kejahatan siber," katanya.

Simak respons Polri di halaman selanjutnya:

Tonton juga Video: Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur untuk Ekspor di Sukabumi

[Gambas:Video 20detik]