Legislator Minta SAFEnet Tak Asal Tuduh soal 'Polisi Diganti Satpam Bank'

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 07:12 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi).
Foto: Habiburokhman (Dok. Pribadi).
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman, mengingatkan SAFEnet--Perkumpulan Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara--soal netizen yang mengaku diancam setelah mencuit 'bisakah polisi se-Indonesia diganti satpam bank'. Meski demikian, Habiburokhman memaklumi jika Polri kerap menjadi sorotan masyarakat.

Habiburokhman awalnya menyebut Polri adalah institusi yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat wajar kalau menjadi sorotan. Jika ada perilaku satu dua oknum yang mencoreng nama institusi harus direspons dengan menghukum oknum tersebut.

"Di satu sisi cuitan Polri diganti satpam bank harus dimaknai sebagai kritikan dari masyarakat yang dapat dijadikan bahan evaluasi bagi Polri," ujarnya kepada wartawan, Minggu (17/10/2021).

Habiburokhman meminta SAFEnet tak asal menuduh kalau semua yang mengancam netizen tersebut adalah anggota Polri. Dia menduga ada pihak yang bermain di air keruh.

"SAFEnet juga tidak boleh asal tuduh dan menggeneralisir seolah pelaku pengancaman dari pihak Polri. Bisa jadi itu permainan pihak lain yang mau memancing di air keruh," kata Waketum Gerindra Habiburokhman,

"Sebelum mempublikasikan baiknya verifikasi benar, check benar, dan kalau memang ada unsur pidana laporkan ke Polri," ucapnya.

Pria Diancam Gegara Cuitan Viral di Medsos

Seperti diketahui, netizen yang mengaku mendapat ancaman setelah mencuitkan pertanyaan 'bisakah polisi se-Indonesia diganti satpam bank' itu telah me-mention SAFEnet, Perkumpulan Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara. SAFEnet mengaku telah menerima pengaduan terkait hal itu dan tengah berkoordinasi untuk mengambil langkah lebih lanjut. SAFEnet menyayangkan adanya ancaman tersebut.

Ketua Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengatakan ancaman terus berlanjut justru akan merugikan instansi. Dia meminta polisi mengusut kasus itu.

"Jadi jelas-jelas merugikan kepolisian itu sendiri. Kepolisian sebaliknya harus mengusut karena justru kejadian tersebut termasuk kejahatan siber," katanya.

Simak respons Polri di halaman selanjutnya:

Tonton juga Video: TOP 5: Subway Indonesia Banjir Antrean, Rachel Vennya Dipanggil Polisi

[Gambas:Video 20detik]